CERITA DEWASATERBARU


Saat itu waktu sdh menunjukkan pukul 1 siang waktunya makan siang an aku bergegas menuju kantin untuk mengisi perutku yg lapar ini, saat dalam perjalanan ponselku berbunyi dan aku lihat nomer asing, aku angkat saja siapa tau dari atasan alias klienku.

“Ya hallo..” sapaku.
“Pagi Pak Daniel.. Ini Santi.. Tetap ingat khan ”
“Oh Santi.. Ya tetap donk..”
“Pak sdh terima surat lamarannya?”
“Iya sdh.. Kini sedang diproses. Kalian sabar saja ya sayang..” jawabku sambil berjalan keluar ruangan kantorku.

“Tolong Santi ya Pak supaya diterima” pinta Santi di seberang sana.
“Selesai Santi. Asal kalian ingat saja.. Apa yg saya suka dari kamu”
“Pasti Pak.. Saya tdk bakal mengecewakan bapak. Segala perintah Pak Daniel bakal saya penuhi” Santi menjawab dgn antusias.

CERITA SEX TERBARU, Santi ini merupakan gadis salon yg sempat aku kencani. Mendengar suaranya di telpon membikin kenangan ketika aku menikmati tubuh mungilnya dan buah dadanya yg ranum kembali terbayang.

Ahh mungkin kelak sehabis pulang kantor aku bakal mampir di salonnya, pikirku. Ketika aku hendak keluar kantor, kulihat Dona resepsionisku di lobby. Tampak cantik sekali dirinya hari itu, dgn blazer warna coklat dipadu dgn rok yg sewarna.
CERITA DEWASA TERBARU – Mungkin sebab aku sedang ereksi membayangkan persetubuhanku dgn Santi, kuurungkan niatku untuk keluar kantor dan aku berbalik menuju ruangan kantorku kembali.

“Dona sebentar ke sini” perintahku lewat telpon.
“Ada.. Apa pakk..” jawabnya agak gugup “Pokoknya sebentar ke sini. Cepat!!” perintahku lagi dgn suara agak kutinggikan.
“Babbaikk. Pak” Mungkin dirinya sdh tahu apa yg bakal terjadi pada dirinya sebentar lagi. Aku terbukti kadang terbuktigilnya ke ruanganku sekedar untuk memuaskan hasrat birahiku.
Biasanya aku meperbuatnya sehabis jam kerja, ketika kantor telah sepi. Tp terkadang aku terbuktigilnya untuk sekedar seks kilat supaya bisa meredakan keteganganku, yg bisa membikin konsentrasi kerjaku terganggu.
Donapun tidak lama telah timbul di ruanganku. Seusai kusuruh mengunci pintu, aku perintahkan dirinya untuk duduk di sofa tamu. Wajahnya yg cantik tampak pasrah dgn keadaan yg mengwajibkan dirinya untuk menjadi sarana pelampiasan nafsu kelelakianku.
Kuelus-elus pundaknya, dan kukecup pipinya.
“Kamu sdh berani tidak lebih ajar ya.. Bikin saya terangsang.
Kamu wajib tanggung jawab!” kataku sambil menjambak rambutnya gemas.
“Ehh..” hanya itu erangan yg keluar dari mulut Dona ketika rambutnya kutarik, jadi aku bisa bebas menciumi bibirnya yg indah.
Tangankupun segera melucuti kancing bajunya. Kuturunkan ke bawah cup BHnya jadi buah dada Dona mencuat keluar. Kujilati dgn ganas buah dadanya yg membusung itu, sambil terkadang kuisap-isap putingnya.
Donapun kembali mengerang tertahan, semacam suara orang menangis. Sementara perutku sdh mulai keroncongan. Sambil terus menikmati buah dada resepsionis cantikku ini, kulihat jam tangan Rolexku.
Wah sdh jam 12.30, layak aku sdh lapar, pikirku. Akupun ingin cepat-cepat ejakulasi jadi bisa segera berangkat makan siang. Segera aku berdiri agak menyamping menghadap Dona yg tetap duduk di sofa.
Kubuka celanaku berikut celana dalamnya, jadi kemaluanku melonjak keluar hampir tentang wajahnya. Tidak lebihkul kepala Dona dgn tangan kiriku, sementara tangan kananku menyorongkan kemaluanku untuk dihisapnya.
Rasa hangat yg nikmat segera menjalar ditubuhku ketika kemaluanku menerobos mulutnya. Donapun menghisapi kemaluan bosnya semacam seorang budak seks yg patuh.
“Ya.. Begitu.. Pintar kamu..” kataku memujinya, saat kulihat kepalanya yg maju mundur mengulum kemaluanku.
“Mentang-mentang cantik sdh berani merangsang ya.. Ayo isap terus.. Yeeah you little slut..” racauku lagi sambil meremasi rambutnya.
Berbagai saat kemudian kulihat lagi jam tanganku, kini sdh jam 12.45, sementara entah mengapa belum ada tanda-tanda ejakulasi bakal aku alami. Mungkin sebab terburu-buru, malah membikin ejakulasiku terus lama.
Sementara perutkupun terus keroncongan. Tidak sabar, kutepis tangan Dona yg memegang kemaluanku. Lalu aku bergeser sedikit jadi tepat berada di hadapannya. Kupegang dgn erat kedua belah pipinya, dan kugenjot kemaluanku ke dalam mulutnya.
Terus lama terus cepat aku pompa mulut resepsionis ABGku ini hingga diapun tersedak-sedak. Kucabut keluar sebentar kemaluanku, jadi Dona bisa mengambil nafas, lalu kembali kuhujamkan ke dalam rongga mulut dan kerongkongannya.
Tampak air mata membasahi pipinya yg aku pegang erat.
“Hek.. Hek..” terdengar suara Dona mengerang menahan desakan kemaluanku di mulutnya.
“Ha.. Ha.. Dasar ABG.. Suka penis kalian ya.. Enak khan penis besar.. Pacarmu sdh jelek, penisnya kecil pula.. Kasihan deh kamu” kataku menonton dirinya tersedak-sedak.
Kucabut kembali kemaluanku untuk memberinya waktu untuk mengambil nafas, dan kemudian kupompa kembali ke dalam mulutnya.
Tak lama aku merasakan hampir mencapai orgasme. Kucabut kembali kemaluanku.
“Ayo kini hisap perlahan.
“Yg lembut” perintahku.
Donapun kembali dgn patuhnya menghisapi kemaluanku. Hari ini dirinya yg memaju mundurkan kepalanya saat mulutnya disesaki oleh kemaluanku.
Sementara tangannya memegang pangkal batangnya.
“Jangan pakai tangan!!” kataku.
Donapun dgn cepat semacam ketakutan melepaskan pegangannya.
“Lihat sini dong.. Gimana sih!!” tegurku ketika dirinya memejamkan matanya ketika mengulum kemaluanku. Donapun membuka matanya dan menatap ke atas, ke arahku. Rasa puas hinggap di sekujur tubuhku bisa mengerjai karyawan cantik semacam Dona ini.
Sambil berkacak pinggang kuperhatikan Dona dgn lembut menghisapi kemaluanku. Berbagai saat kemudian, ejakulasiku sdh tidak tertahan lagi. Kupegang dgn erat kembali kepala Dona, dan kuhujamkan kemaluanku ke dalam kerongkongannya.
Aku tidak mau spermaku membasahi pakaianku. Kulirik jam tanganku. Jam 1.05 siang. Akupun bergegas memperbaiki pakaianku.
“Ayo cepat.. Cepat!!” perintahku pada Dona yg tetap menyeka bibirnya dgn tisu. Diapun segera memselesaikan BHnya dan menutup kancing bajunya. Kamipun keluar ruangan kantorku. Kuparkir mobil Mercy metalikku di basement suatu  mal yg tidak begitu jauh dari kantorku.
Berbagai waktu yg lalu suatu  bom meledak di depan hotel tidak jauh dari mal tersebut. Semoga saja hari ini tidak terjadi faktor semacam itu. Kubergegas menuju restoran steak kesukaanku. Seusai makan di restoran franchise dari Afrika Selatan itu, badankupun kembali segar.
Pikirankupun kembali cerah, terlebih seusai aku sempat memuaskan dahaga seksualku tadi di kantor. Akupun memutuskan jalan-jalan sejenak di mal sebelum kembali ke kantor, sekalian untuk membeli HP keluaran terakhir.
Di salah satu lantai mal itu, tidak sedikit terdapat counter penjualan ponsel. Akupun mampir ke salah satu counter, dan mencoba salah satu HP terakhir. Salah satu kelebihan dari HP ini merupakan video recordernya yg bisa merekam hingga 4 menit.
Sedangkan punyaku hanya bisa standard saja, tidak lebih lebih 10 detik. Kuputuskan untuk membeli HP ini, dan sementara petugas counter telpon itu mengurus pembelianku, kulihat di counter sebelah, duduk dua orang gadis berseragam SMA.
Mereka kadang melirik ke arahku, dan yg seorang tersenyum ketika mata kami saling beradu pandang. Kubalas senyum gadis tersebut. Dirinya berparas tdk terlalu cantik, Namun lumayan manis. Berambut panjang, dgn kulit sawo matang dan badan yg sexy.
Badannya tampak sintal dibalut seragam putih abu-abunya. Tampak buah dadanya yg membusung menantang. Sementara Kawannya berparas cantik, berkulit putih, dgn badan yg jg sexy mesikipun buah dadanya tdk sebesar gadis yg pertama.
Sekilas wajahnya mirip dgn bintang sinetron remaja di televisi. Sebetulnya aku tdk begitu “in the mood” untuk berkencan dgn kedua gadis tersebut.
Maklum, baru saja aku mencapai orgasme menggarap resepsionisku.
Tp ketika aku beranjak bakal pulang dan melalui mereka, tiba-tiba saja kudengar seseorang bicara.
“Hey.. Oom.. Beliin kami pulsa dong..”.
Kutengok nyatanya si gadis berkulit sawo matang itu yg bicara.
“Pulsa kami sdh habis Oom.. Tolong dong.. Oom baik deh” sambungnya lagi.
“Hus..” kawannya yg cantik berkulit putih tampak sungkan dgn perkataan kawannya. Roknya yg agak mini menunjukan keindahan pahanya yg mulus berbulu halus. Dari lubang baju seragamnya terkesan sekilas buah dadanya yg lumayan besar terbungkus BH berwarna krem.
Menonton pemandangan indah ini, berubah pikiranku. Ingin rasanya aku berkencan dgn mereka, khususnya si cantik berkulit putih ini.
“Kenalan dulu dong..” jawabku.
Mereka kemudian satu per satu menawarkan diri. Si gadis berkulit sawo matang bernama Desi, sedangkan kawannya bernama Putri.
Terbukti tepat dgn wajahnya yg cantik semacam seorang puteri. Akupun kemudian membelikan mereka pulsa isi ulang sebutuhnya. Mereka tampak girang.
“Makasih ya Oom.. Si Putri kini bisa nelpon pacarnya lagi”, kata Desi menggoda kawannya.
“Iih..” Putri mencubit kawannya itu sambil tertawa. Terbukti dunia remaja itu menyenangkan.
Mereka sangat ceria menikmati masa mudanya, belum terlalu memikirkan hal-hal yg terlalu serius. Just having fun, mungkin itu motto mereka.
Akupun mengabolisi rencanaku untuk kembali kekantor. Kuajak dua gadis SMA ini menemaniku jalan-jalan di mal tersebut.
“Oom beliin kami baju donk.”. Kembali Desi merengek.  photomemek.com Terbukti si Desi ini lebih tidak sedikit omong, dan yg tentu lebih matre dibandingkan dgn Putri.
Namun sebab tdk mungkin memisahkan mereka berdua, aku ikuti saja kemauannya. Terus berhutang budi mereka padaku, terus besar peluangku untuk menikmati tubuh belia mereka. Berakhir shopping, kuajak mereka ke suatu  cafe di mal tersebut.
Maksudku supaya kami bisa berbincang-bincang supaya lebih akrab. Kupesan coffee latte buatku dan mereka memesan soft drink dan tiramisu. Kamipun berbincang-bincang panjang lebar. Mereka masing-masing berumur 18 tahun, dan kelas dua suatu  SMA negeri.
Dua-duanya merupakan anak buah cheerleader sekolah tersebut. Desi mengaku sedang tdk punya pacar, sedangkan Putri sdh punya seseorang. Desi tidak jarang menggoda kalau Putri merupakan bunga SMAnya. Tidak sedikit yg mengejar-ngejarnya untuk dijadikan pacar.
“Bohong tuh Oom.. Jangan percaya..” kata Putri sambil merengut lucu ke arah Desi.
“Oom sih percaya.. Habis kalian cantik sih..” jawabku.
“Mirip ini lho.. Siapa sih yg di TV itu.. Oom sempat nonton sinetronnya.”
“Oh.. Masayu Anastasia.. Terbukti mirip kok Oom..” jawab Desi.
“Mungkin kembar.. Cuma yg satu jadi bintang sinetron.. Yg ini jadi bintang mal..” Kamipun tertawa mendengar celetukkan Desi.
Sampai-sampai berbagai orang di cafe tersebut menengok ke arah kami. Berbagai pria tampak menonton dgn bernafsu terhadap kedua gadis ini, khususnya pada Putri. Setelah bosan berada di cafe tersebut, kuajak mereka jalan-jalan keluar.
Kamipun berjalan menuju tempat parkir di basement.
“Wow.., mobilnya bagus banget Oom.. Sama kaya orangnya” kata Desi seusai kami hingga di mobilku. Kubuka pintu mobilku dan Desipun duduk di kursi depan di sebelahku.
Aku agak sedih sebab sebetulnya aku ingin Putri yg duduk di situ. Tidak lama kamipun meluncur meninggalkan mal tersebut.
Sesekali kulirik lewat kaca spionku, Putri yg sedang duduk dibelakang. Tampak dirinya menyadari kalau aku perhatikan, dan dirinya hanya tersenyum tersipu.
“Mau kemana nih?” tanyaku membuka perbincangan seusai suasana hening sejenak
“Terserah Oom aja deh” sahut Desi. Terbukti Desi ini kelihatannya lebih keras kepala dan berani. “Oom capek nih.
Gimana kalau kami istirahat dulu di motel?”
“Desi sih Ok aja. Put, gimana loe?”
“Nggak ah.. Putri ada janji sama cowok Putri nih” Aku sangat sedih mendengarnya. Yg aku incar Putri, malah bisanya Desi.
“Sebentar aja deh.. Kasihan khan Desi sendirian” kataku.
“Iya Put.. Gimana sih loe.. Gampang deh loe cari argumen aja” tukas Desi lebih lanjut.
Sebab tdk ada jawaban dari Putri, kuanggap saja dirinya setuju untuk menemani Desi dan aku beristirahat di motel. Tidak lama kami sdh hingga di motel langgananku. Desi dan aku turun di garasi dan menuju kamar.
“Gue tunggu di mobil aja ya Des”
“Duh gimana sih.. Udah deh loe ikut aja. Di dalam loe diam aja jg nggak apa kok” jawab Desi.
Akhirnya kami bertiga masuk ke dalam kamar motel itu. Semacam biasa, petugas motel datang untuk hebat pembayaran. Aku membook untuk 6 jam semacam biasa. Seusai petugas motel berangkat aku merebahkan diriku di atas ranjang.
Putri tampak duduk di kursi yg terdapat di pojok kamar. Sementara Desi berangkat ke kamar kecil. Seusai timbul kembali, Desi kemudian ikut rebahan di ranjang bersamaku. Kulingkarkan tanganku pada pundaknya dan kuelus-elus dia.
Tak ada rotan akarpun jadi, pikirku. Toh Desi jg lumayan manis dan badannyapun sexy. Tidak lama akupun sdh menciumi bibirnya sambil tanganku meraba-raba dadanya.
“Put.. Sini donk.. Nggak apa cowok loe nggak bakal tau ” ajak Desi.
“Nggak ah.. Des.. Gimana sih gue ditungguin cowok gue nih” jawabnya sambil mengambil HP dari tas sekolahnya.
“Udah deh loe telpon aja.. Cari argumen apa kek” Putri kemudian tampak menelpon pacarnya.
Sayup-sayup kudengar suaranya berbicara kalau dirinya sedang ada tugas sekolah.
Tak kudengar perbincangan selebihnya sebab Desi sdh menciumiku penuh gairah. Kubuka baju sekolah Desi dan sekalian kubuka pengait BHnya.
Begitu kuloloskan penutup dadanya, gumpalan daging kenyal Desi tampak begitu menggoda. Langsung kuciumi dan kujilati buah dada itu dgn rakus. Kuhisap-hisap putingnya sambil mataku menatap Putri yg tampak termangu menyaksikan sahabatnya sedang aku gumuli.
Kubuka jg rok kelabu Desi jadi tampak celana dalamnya yg berwarna hitam berenda. Kusibakkan celana dalam itu, jadi jariku bisa meraba bibir vaginanya. Desipun melenguh nikmat ketika jariku menemukan klitorisnya.
Sementara itu, mulutku tetap dgn rakus menikmati buah dada gadis SMA ini. Desi yg sdh sangat bernafsu kemudian berbalik menindih tubuhku. Dgn cepat dirinya melucuti kancing kemejaku. filmbokepjepang.com Dihisapnya puting dadaku satu persatu, sementara tangannya melucuti celanaku.
“Desi buka dulu ya Oom” katanya sambil bangkit duduk dan membuka seluruh pakaianku. Tidak lama akupun tinggal bercelana dalam, dan tampak kepala kemaluanku mencuat keluar tidak sanggup tertampung di dalamnya.
“Ihh.. Besar sekali Oom.. Put.. Sini deh loe lihat.. Punya si Oom gede banget” kata Desi sambil mengelus-elus kemaluan dari balik celana dalamku.
Desipun kemudian membuka celana dalamku, dan kemaluanku yg sdh bentrok tampak berdiri tegak menjulang dgn gagahnya dihadapan mata kedua gadis remaja ini.
“Gila.. Gede banget.. Bikin Desi nafsu..” kata Desi sambil menundukkan kepalanya mulai menjilati kemaluanku.
Desi menjilati kemudian mengulum kemaluanku. Kulirik tampak Putri menonton adegan ini dgn muka yg memerah, dan tangannya tampak meraba-raba dadanya tanda dirinya mulai terangsang.
“Put.. Bantuin gue dong..” kata Desi sambil terus menghisapi kemaluanku. Kuelus-elus rambutnya yg panjang itu.
-Kadang tanganku berpindah ke dadanya yg sekal dan kupermainkan puting susunya.
“Put.. Enak banget Put..” desah Desi lebih lanjut sambil dirinya menjilati kemaluanku.
Putri tampak sdh tidak bisa lagi menahan nafsunya menonton sahabatnya sedang mengulum kemaluanku.
Dia bangkit dari kursinya dan berjalan ke arahku. Putri merebahkan badannya di sampingku. Langsung kurengkuh wajahnya yg cantik dan kuciumi dgn penuh gairah. Tangankupun bergerilya membuka kancing baju seragamnya.
Dadanya yg putih bersih terbalut BH warna krem sangat mengajak hasrat siapapun yg menontonnya. Tanpa tunggu lebih lama lagi, aku langsung membuka BHnya. Buah dada Putripun tampak jelas di depan wajahku.
Bentuknya yg padat dibalut oleh kulitnya yg putih mulus membikinku gemas. Kuciumi dan kuhisap buah dadanya sambil sesekali kujilat puting susunya yg berwarna merah muda.
“Sstt.. Hah.. Sstt.. Hah ” Putri mendesis ketika buah dadanya yg ranum itu sedang kunikmati sepuas hati.
Sementara itu, Desi tetap sibuk menjilati dan mengulum kemaluanku. Terkadang dihisapnya jg buah zakarku. Tatkala mulutnya memberbagi kepuasan padaku, tangannya tampak sibuk meremas-remas buah dadanya sendiri.
Seusai aku puas menikmati buah dada Putri, kudorong sedikit tubuhnya ke arah selangkanganku.
“Ayo isap punya Oom ya” Tanpa menjawab, dirinya langsung menciumi dan menjilati pahaku.
“Nih Put..” kata Desi sambil mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya.
Tangan Putri yg halus memegang batang kemaluanku. Dipandangnya dgn gemas kemaluanku, kemudian dirinya menurunkan kepalanya dan mulai menjilati kepala kemaluanku.
Tak lama, dirinya sdh mengulum kemaluanku di dalam mulutnya yg memberbagi kenikmatan hebat padaku. Sementara mulutnya mengulum, tangannya mengocok-ngocok batang kemaluanku. Seusai berbagai lama, diberbaginya kembali kemaluanku pada Desi.
Dgn sigap, Desipun kembali menghisapi kemaluanku lagi. Demikian berjalan terus menerus. Dengan cara bergantian Putri dan Desi menghisap kemaluanku. Tampak kemaluanku yg besar menyesaki mulut kedua gadis pelajar belia ini.
Putri kemudian berdiri dan melepas pakaiannya. Tampak vaginanya bersih tidak ditutupi rambut selembarpun. Dinaikinya tubuhku dan tangannya mengarahkan kemaluanku pada liang vaginanya. Diturunkannya tubuhnya dan kemaluankupun mulai menerobos liang vaginanya yg sempit.
“Ooh.. Des.. Besar banget nih si Oom.. Ahh..” desah Putri ketika kemaluanku telah sukses memasuki liang kemaluan gadis remaja ini.
“Tp enak khan..” tanya Desi menggoda
“Iya sih.. Aduh.. Oh.. Sstt.. Hah.. Hah..” erangnya lagi ketika aku mulai menggenjot vaginanya.
Tanganku memegang pinggangnya sambil terus kupompa liang nikmat gadis cantik pelajar SMA ini.
Sementara Desi berpindah ke sampingku dan menyodorkan buah dadanya ke mulutku. Dgn bahagia hati kunikmati buah dadanya yg besar itu.
“Oom.. Gimana Oom.. Enak khan ngentotin Putri?” tanya Desi menggoda.
“Dia jarang lho mau begini.. Oom beruntung banget” katanya lebih lanjut. Putri tetap meliuk-liukan tubuhnya. Akupun terus menggenjot vaginanya dari bawah, sambil sesekali tanganku meremasi buah dadanya yg berayun-ayun menggemaskan.
Seusai bosan dgn posisi itu, aku membalikkan tubuh Putri jadi kami berada pada posisi missionary. Kugenjot kemaluanku dalam vagina gadis belia ini, sambil mulutku menciumi wajahnya. “Ehmm.. Sstt.. Oom.. Enak.. Ohh” racau Putri ketika aku menyetubuhi tubuh mulusnya.
“Ayo isap puting Oom” perintahku. Putripun kemudian menghisap puting dadaku sementara aku terus memompa kemaluannya.
Tak lama tubuh Putripun mengejang, dan dirinya mengerang dan menggelinjang memperoleh orgasmenya.
Kutarik kemaluanku dari vaginanya, dan kuciumi Desi yg berada di sebelahku. Kulepas celana dalamnya, lalu kuminta dirinya menungging membelakangiku. Dgn gaya doggy style kusetubuhi Desi dari belakang.
“Aduh.. Oom.. Kuat banget.. Ohh..” erang Desi ketika aku memompa kemaluannya. Kulihat Putri tampak lemas berbaring di ranjang menyaksikan persetubuhanku dgn Desi, sahabatnya.
“Oom.. Desi hampir hingga Oom.. Eh.. Eh..” Tidak lama tubuh Desipun menggelinjang memperoleh orgasmenya.
Masih kugenjot kemaluan gadis SMA ini, sambil sesekali kuremas buah dadanya yg bergoyang-goyang menantang.
Aku merasakan sebentar lagi bakal ejakulasi. Tidak lama akupun hebat kemaluanku dan menyemburkan spermaku di bongkahan pantat Desi yg bundar.
“Makasih ya Oom” kata mereka ketika aku turunkan di halte bus terdekat. Sebelumnya tidak lupa kami bertukar no HP jadi bisa kontak sewaktu-waktu.
Dgn perasaan puas dan bertambah muda, kubalikkan arah mobilku di putaran jalan. Sebab hati sedang bahagia sehabis menyetubuhi dua gadis ABG, kuberbagi uang lima ribuan pada Mr. Cepek yg sedang mengatur jalan.
“Makasih tidak sedikit bos” serunya bahagia. Kukebut mobilku pulang menuju apartemenku. Tiba-tiba kuingat kalau aku baru saja membeli HP baru.
Mengapa tdk kupakai tadi untuk merekam adegan persetubuhanku. Well.. There is always next time, pikirku. Lagu “So Good” nya Al Jarreau mendayu-dayu dalam mobilku. Lagu itu tepat sekali mengfotokan perasaanku saat itu. It is so damn good.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

PutriBokep

Create Account



Log In Your Account