DANCING IN THE MOONLIGHT2019

DANCING IN THE MOONLIGHT2019

DANCING IN THE MOONLIGHT2019

Sinar matahari telah lama menghilang dari horizon dan digantikan sinar rembulan yang mulai bersinar bersama kerlap kerlipnya bintang di malam hari. Angin malam kini menghembuskan udara dingin. Binatang malam mulai bermunculan. Biasanya malam itu identik dengan keheningan dan kegelapan, namun tidak malam itu..

Malam itu GWK sudah penuh sesak oleh kurang lebih 100.000 pengunjung yang datang tidak hanya dari berbagai pelosok kota di Nusantara, tetapi juga dari berbagai Negara di belahan dunia ini.

Banyak bule – bule yang datang membawa bedera Negara mereka yang diikat di punggung. Sebut saja bendera Negara seperti Australia, Singapura, New Zealand, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Perancis, Belanda, Jerman, Amerika Serikat, Brasil, Argentina, semuanya sudah datang di GWK. Hiruk pikuk turis mancanegara itu dipenuhi dengan aura kegembiraan, gembira karena mereka sudah sampai di tempat ini, gembira karena hari ke tiga acara yang telah mendunia ini dimulai, serta kagum atas indahnya dan sempurnanya GWK untuk acara seperti ini.

Area GWK yang sangat luas ini memang menjadi tempat yang sangat pas untuk acara ini. Letak area ini yang berada di ketinggian yang cukup tinggi serta begitu terbukanya area ini membuat angin dapat berhembus dengan bebas menyapa setiap pengunjung dengan udara pantai. Sebuah lahan terbuka yang sangat luas berbentuk persegi panjang yangdikelilingi oleh dinding tinggi yang terbuat dari batu kapur menjadi tempat utama acara ini. Patung Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda yang adalah maskot utama dari GWK menjulang tinggi menatap lahan luas dibawahnya yang sudah dipenuhi orang orang di serta menatap dan mengawasi kerlap kerlipnya cahaya lampu di Bali yang terbentang hingga jauh ke utara. Ya, Bali. Sepertinya tidak perlu diperjelas lagi bagaimana Bali itu adalah surga untuk mereka yang mau berlibur.

Maka dari itu, tidak berlebihan rasanya kalau menyebut GWK ini adalah tempat yang sangat pas untuk acara ini.

Bagi yang membawa tiket VIP Pass, silahkan tukarkan Pass-nya disini.. Ucap seorang wanita berbaju Official DWPX lewat Megaphone sambil menunjuk ke sebuah antrian yang sangat panjang. Beberapa orang yang berada di dekat wanita itu terlihat menoleh mendengarkan sesaat.

Indri yang baru saja berjalan dari pintu depan GWK langsung menggelengkan kepalanya saat melihat antrian itu. Nafas nya agak terengah saat berhenti memandang tiket VIP Pass yang ia pegang. Sambil menarik nafas panjang, ia mulai berjalan mendekat ke antrian itu. Dalam hati ia bergumam kenapa wanita itu berteriak dengan bahasa Indonesia bila crowd yang dateng disini itu mancanegara? Hal kecil sih, tapi entah kenapa mengganggu Indri.

The queue line starts here? (Antrian nya dimulai dari sini?) Tanya seorang wanita asing dengan aksen Perancis yang cukup kental kepada si panitia sambil menunjuk antrian panjang di depan Indri. Sepertinya dia menangkap ucapan panitia itu meskipun pengumumannya hanya dalam bahasa Indonesia. Nah kan, ujung ujungnya harus pake Bahasa Inggris kan, pikir Indri.

Y-yes, but only for the holder of the VIP pass, for the people who has other pass, please queueing over there.(I-iya, tapi hanya untuk yang memegang VIP pass, bagi yang memegang Pass lainnya, silahkan mengantri di sebelah sana) Jawab si panitia akhirnya menggunakan Bahasa Inggris sembari menunjuk antrian lain yang jauh lebih panjang di sebelah kiri jauh. Wanita asing itu lalu mengangguk mengerti dan bersama teman – teman nya ia mengantri di antrian VIP pass.

Indri bernafas lega saat melihat antrian lainnya itu. Dalam hati dia tidak menyesal memegang Pass ini karena ternyata antriannya lebih masuk akal. Tapi ya mungkin itu juga keunggulannya, karena pass yang ia pegang ini juga jauh lebih mahal dibanding harga pass lainnya.

Sesekali ia melihat ke handphone nya. Beberapa kali ia menelepon teman – teman nya tapi mereka tidak ada kabar. Seharusnya ia datang kesini bersama mereka, tapi karena tante nya tadi meminta dia bertemu, terpaksa teman teman nya harus pergi duluan. Indri merasa tidak enak bila tidak bertemu dengan tante ini. Meskipun Indri memanggilnya tante, tetapi sebenarnya dia bukanlah saudara. Tante ini hanyalah teman baik dan seperjuangan mama nya Indri saat masih muda dulu dan masih keep contact hingga sekarang meskipun dia ikut suaminya ke Bali. Indri tahu betul betapa dekatnya Tante ini dengan Mama nya. Dan orang nya juga menurut dia asik juga. Tapi yang membuat Indri malas bertemu dengan tante nya ini adalah, si tante ini suka banget menjodohkan orang. Apalagi kepada Indri. Mungkin karena dia melihat Indri yang sudah berumur diatas 20 tahun tapi masih juga belum menikah. Mungkin juga karena dia juga dulu adalah hasil produk perjodohan yang memperkenalkannya dengan suaminya sampai sekarang.

Itu juga yang dilakukan si tante saat tadi bertemu. Dia berusaha menjodohkan Indri dengan anaknya. Merasa kesal dengan perjodohan ini, Indri akhirnya menolak sambil bilang ke tante bahwa di zaman global seperti sekarang, wanita tidak seharusnya dijodohkan oleh orang lain, kecuali si wanitanya sendiri yang minta.

Reaksi si Tante agak kaget dan membuat Indri merasa agak menyesal bicara blak blakan seperti itu. Tapi ya memang itu yang Indri rasakan.

Dan sebagai akibat dia bertemu dengan tante nya, kini dia harus mengantri seorang diri di tengah kerumunan orang – orang yang sangat ramai di lingkungan yang belum pernah sama sekali ia sentuh. Dirinya terlihat seperti orang kerdil diantara bule bule yang mengapitnya diantrian. Badannya memang tidakbisa dibilang pendek untuk ukuran wanita Indonesia, tapi juga tidak bisa dibilang tinggi. Tetap saja, bila dibandingkan dengan tinggi orang asing, dia terlihat pendek.

Semua orang disitu tampak sangat antusias saat mengantri. Mereka saling berbincang sat dengan yang lain, membahas pengalaman mereka di festival musik di Negara lain dan membandingkannya dengan pengalaman di tempat ini sampai sejauh ini. Semua dari mereka berpakaian selayaknya mereka yang ingin datang ke festival music. Baju yang sangat modis dengan gaya yang lagi hype saat ini. Beberapa wanita bahkan terlihat berpakaian yang lumayan terbuka lengkap dengan aksesoris dan hiasan di kepalanya.

Indri merasa salah kostum. Dia mungkin satu satu nya orang yang memakai baju sweater dengan celana jeans. Tampilannya jelas tidak buruk, Sweater yang ia pakai pun bergaya Oversize yang lagi jadi trend Fashion saat ini, tapi jelas bukanlah pakaian yang akan dipakai oleh orang orang yang mau datang ke festival musik seperti ini. Dia juga merasa ada beberapa orang yang melihat cara berpakaiannya dan mengomentari dirinya. Tapi mungkin itu hanya perasaannya saja. Dia meyakinkan dirinya, bahwa ini bukan Dunia nya. Jadi dia harus menerima pandangan miring orang orang yang mungkin akan menilai nya selama acara festival musik ini berlangsung.

Indri menguatkan dirinya. Mungkin ini yang namanya keluar dari Zona Nyaman. Dia harus bisa bertahan.

Lagipula, dia sendiri yang mau datang kesini. Untuk tiba tiba tidak jadi ikut, sama saja memakan omongan dia sendiri. Harga dirinya terlalu tinggi untuk membiarkan hal itu terjadi kepadanya. Ditambah lagi, ternyata antrian itu meskipun panjang, ternyata berjalan dengan cepat karena banyaknya loket di ujung antrian tersebut.

Sepuluh menit berlalu hingga akhirnya Indri berhasil menukarkan VIP pass nya dan diperbolehkan masuk di area GWK. Sebuah gelang disematkan di tangan nya sebagai tanda bahwa ia adalah pengunjung DWPX sekaligus menjadi alat pembayaran selama berbelanja di area ini.

For those who have theVIP pass, Please Queue over here.. Suara si Panitia cewe terdengar sayup sayup di belakangnya. Indri sedikit lega mendengar kini wanita itu sudah menggunakan bahasa inggris dalam pengumumannya.

Saat Indri semakin masuk ke dalam, dia mendapati dirinya di sebuah jalan yang besar. Matanya terpana melihat kesiapan acara DWPX ini. Di kanan kiri nya terdapat berbagai berbagai stand yang dibuat tidak dengan desain biasa saja, tetapi menggunakan desain khusus yang berbeda beda tiap stand dihiasi dengan lampu neon yang menyala terang benderang mengalahkan sinar bulan malam itu. Hiruk pikuk orang berlalu lalang di sepanjang jalan besar itu membuat suasana disini layaknya pasar ramai yang berada di tengah kota. Agak sulit rasanya untuk percaya bahwa disini adalah tempat sepi dan tenang yang adalah taman budaya GWK.

Indri sendiri sebenarnya tidak terlalu suka dengan tempat yang terlalu ramai seperti ini. Dia lebih suka tempat – tempat yang tenang, sepi, lengang, tempat dimana seseorang bisa berbicara tanpa harus mengeraskan volume suaranya, tempat yang bisa menikmati keindahan alam ataupun budaya. Mungkin itu juga yang Indri pikirkan saat dia setuju datang ke acara DWPX ini. Karena diadakan di GWK, dia merasa paling tidak dia akan bisa menikmati indahnya suasana seni patung dan budaya di dalam area GWK ini nantinya.

Karena itulah dari sekian banyak tempat menarik yang ia lihat, sejauh ini yang menarik perhatian dirinya adalah sebuah tempat makan unik yang jualan nya menggunakan mobil VW Combi dan memarkir mobilnya di sebuah sudut yang jauh dari keramaian. Dari sekian banyak booth menarik di area ini, justru tempat makan itulah yang menjadi tempat pertama yang Indri akan datangi sebelum ia menikmati dentuman music EDM yang semakin santer ia dengan seiring langkahnya menelusuri tempat ini.

Didiiiii!! Sebuah teriakan sayup sayup dari kejauhan tertangkap oleh telinga Indri. Spontan ia melirik ke arah suara itu. Dia tahu persis suara siapa itu, Sari, teman kampus nya yang juga orang yang memberikan jatah tiket nya kepada Indri. Benar saja, dari kejauhan ia melihat Sari berlari menghampirinya sambil melambaikan tangannya.

Oemjiii sorry banget, dii.. Gw keenakan di dalem tadi sampe lupa liat hapeee!! Ujar Sari setengah teriak dan terengah engah. Dia lalu membetulkan hiasan kepalanya yang menyerupai aksesoris kepala yang biasa Suku asli Amerika sering pakai. Indri hanya memberikan isyarat kalau dia ga apa apa.

Heboh banget deh lo, Sar.. Ucap Indri tersenyum aneh saat melihat temannya ini sangat total dandanannya. Persis seperti bule bule di antrian tadi.

Hah? Kenapa? Tanya Sari setengah berteriak. Kencengin dikit suara lo, nii! Ga kedengeraann!Lanjut nya sambil menunjuk ke arah dimana terdengar dentuman suara keras music EDM dari DJ yang saat itu manggung.

I-iyaa, Ok! Indri mengencangkan suaranya. Dandanan lo heboh bangeett!! Kata Indri mengulang yang tadi ia ucapkan. Dalam hatinya ia sedikit menggerutu, untuk berbicara aja harus setengah teriak gini.. Mendengar ucapan Indri, Sari mengecek kembali dandanannya.

Ih emang kaya gini kali, ni, Fashion kalo dateng ke Festival musik.. Kita harus maksimal doongg.. Jawab Sari membela diri. Kapan lagi kaann? Lanjutnya kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Indri untuk berbisik, Biar dilirik buleee! Bisiknya kemudian tertawa terbahak bahak.

Indri hanya bisa ikut tertawa aja melihat teman nya yang jadi liar begini.

Dia dan teman teman nya padahal hanyalah wanita kampus seperti biasanya

Yaudah terus anak anak pada kemana? Tanya Indri.

Udah pada di daleemm.. Temenin gue ke toilet dulu, abis itu kita nyusulin mereka yaa! Ucap Sari kemudian menarik tangan Indri untuk mengikutinya ke Toilet.

Jadi elo ketemu sama gue bukan karena nyariin tapi karena kebetulan mau ke toilet, Sar? Tanya Indri sambil pasrah saat ia digiring temannya menuju toilet.

Iyaa hehehehe!! Jawab Sari nyengir. Maap yaa nini ku sayaanngg! Udah terlalu menikmati sampe lupa temeenn lanjutnya sambil senyum manis.

Mereka berdua lalu berjalan mengikuti papan petunjuk Di ujung matanya terlihat beberapa toilet portable yang terdapat antrian cukup panjang di depannya.

Duh, antrian lagi.. Pikir Indri. Tapi tidak ia katakan kepada Sari.

Tapi gue beneran kaget lho, ni, ngeliat elo beneran dateng kesini.. Kata Nini saat kita mengantri di dekat sebuah toilet portable.

Oh ya? Tanya Indri balik. Kenapa gitu?

Sari mengangkat bahu nya. Ya.. Karena gimana ya, karena elo Indri? Orang yang suka nya ke taman.. ke danau.. duduk di kafe sambil baca buku..

Elo juga suka ya duduk duduk di kafe.. Potong Indri.

Iya suka, tapi alesan gue mau duduk di kafe dengan alesan lo mau duduk di kafe itu berbeda tau, niii.. Jawab Sari. Ngerti kan maksud gue?

Indri mengangguk mengerti dengan yang Sari maksud dan mengangguk.

Nah makanya kan, gue beneran kaget elo mau dateng kesinii.. Kata Sari melanjutkan sambil melangkah maju dalam antrian.

Indri menghela nafasnya.Yah.. Abis mau gimana ya.. Elo tau kan gue belom lama ini

Serius karena itu, ni?? Tanya Sari gantian memotong. Indri mengangguk. Sari terbelalak. Ga nyangka gue, ni.. Ternyata sampe segitu nya ya?

Indri mengangkat pundaknya. Yaudalaya.. Lupain aja lah itu.. Makanya gue kesini kann.. Kata Indri menyudahi topik itu. Sari setuju. Lagian, untuk apa mereka berada disini dan memikirkan masalah itu? Its gonna be a wild night! Kalo kata Sari sebelum dia masuk ke toilet portabel.

Selesai nemenin Sari ke toilet, Sari langsung menuntun Indri berjalan menyusur melewati jalan yang cukup lebar menuju ke mainstage dimana pusat keramaian DWPX terjadi. Mereka berdua berjalan bersama puluhan orang lainnya, masing masing tenggelam dalam perbincangan nya masing masing. Suara keramaian makin menjadi saat mereka makin mendekat ke mainstage. Indri sedikit menoleh ke depan ketika mereka akhirnya tiba.

Garuda Land, begitu lah tajuk yang terpampang di di sebuah papan besar ketika semua orang akan masuk ke area ini setelah melewati serangkaian Dinding Batu Kapur yang menjulang di kanan dan kiri. Sebuah panggung megah dengan dekorasi Kepala Garuda mengelilingi panggung itu menjadi sebuah pemandangan luar biasa megah yang langsung menyambut siapapun yang baru tiba disitu. Terhampar puluhan ribu orang yang sedang menikmati dentuman keras musik EDM dari sound system mewah yang terpampang di kanan kiri panggung dan permainan banyak lampu laser dari empat sudut yang menyoroti baik penonton dan dinding batu kapur tinggi yang berdiri tegak mengelilingi area tersebut.

Indri sekali lagi berdecak kagum melihat semua yang ada di depan matanya.

Dia sering melihat foto GWK dalam keadaan normal. Dia tahu betapa luasnya lapangan persegi panjang yang dikelilingi dinding kapur ini. Dan sekarang melihat langsung lapangan ini dipenuhi puluhan ribu orang hingga hampir tidak tersisa ruang? Sebuah pemandangan yang sangat surreal..

Pantas saja beberapa DJ yang tampil di panggung begitu terkesan.

Honestly, this is literally the best fucking place Ive ever went! And you guys are fucking hardcooreee!! Ucap salah satu DJ yang Indri tidak ingat siapa namanya itu. Gemuruh para penonton yang berteriak heboh menutupi jalan pikirannya. Kembang api yang sesekali muncul diatas ataupun di depan panggung membuat matanya terpana.

Tapi satu hal yang pasti. Dia tidak bisa menikmati semua ini.

Beberapa kali teman temannya menuntun dia untuk ikut berjoget, Indri menolak dengan halus. Iya, Indri merasakan kegirangan mereka yang berjingkrak dan berteriak tiap kali ada lagu populer yang mereka tahu, tapi tetap saja dia tidak dapat menikmati semuanya.

Ini bukan dunia dia.

Perlahan – lahan dia mulai melipir keluar menjauhi teman teman nya dan pergi ke belakang penonton dimana ia bisa bebas bergerak tanpa harus tersenggol orang orang. Dia sudah lelah menahan diri saat beberapa kali payudara nya yang memang lebih besar dari ukuran wanita Indonesia biasanya tanpa tidak sengaja terpegang atau terhimpit diantara punggung orang lain atau bahkan siku dan telapak tangan orang yang sedang girang girangnya berjingkrak mengikuti lagu. Tidak lagi ia merasakan harus rebutan oksigen saking sesaknya manusia di tengah tengah.

Di belakang sini, dia bisa merasa lebih tenang dan bisa mendengarkan kembali jalan pikirannya. Masih banyak orang yang berlalu – lalang, masih terdengar keras dentuman musik EDM nya,namun tidak separah di tengah tadi.

Ia menatap ke Patung GWK yang menjulang tinggi di belakang panggung. Padahal letak patung itu masih jauh dari lokasi ini dan panggung ini sudah begitu tinggi dengan segala dekorasi kepala burung garuda nya. Namun tetap saja patung itu tetap terlihat saking tinggi dan besar nya. Berbagai lampu sorot di sekitar patung itu membuat tampilan patung begitu dramatis. Pose burung Garuda yang menatap ke bawah benar benar seperti sedang mengawasi mereka yang sedang berpesta pora tak jauh dibawahnya.

Kannst Du sie bald auswendig?

Es wird dich nicht interessieren, aber es steht etwas ueber dich in der Zeitung. 70,000 Frauen sind dem Alkohol verfallen. Du bist eine davon.

Sebuah percakapan berbahasa asing mengalihkan perhatian Indri dari patung GWK. Dia lalu menatap ke pria dan wanita asing yang nampaknya sedang berargumen itu. Entah bahasa apa yang mereka pakai, Jerman mungkin? Nampaknya Jerman bila mendengar aksennya. Layaknya orang Indonesia pada umumnya, ia jadi sedikit kepo dan diam diam mendengarkan dan berusaha mencari tahu apa yang sedang mereka bicarakan.

Das trifft mich ueberhaupt nicht. Wenn hier jemand dem Alkohol verfallen ist, dann bist es du. Schau dich doch mal in den Spiegel. Schaust Du Dich manchmal in den Spiegel? Ucap si wanita.

Bei mir hat es einen Grund, ich bin mit dir verheiratet. Jawab si Pria sambil tersenyum mengejek.

Koenntest du diese verdammte Zeitung endlich weglegen jetzt.

Das mach ich jetzt seit 15 jahren. Koenntest du mir den Gefallen tun und mich endlich in Ruhe lassen.

Ich lass dich so gern in Ruhe, aber ich hab einen Vorschlag. Du lasst mich auch in Ruhe. Ich hab einen wunderbaren Vorschlag, du ziehst zu deiner Mutter und du kannst alle deine Kochbuecher mitnehmen.

Das ist ein wunderbarer Vorschlag, den unterbreitest du mir ungefaehr zwei mal im Monat.

Sebuah tamparan terlempar dari sang wanita kepada sang pria.

War das jetzt wirklich notwendig? War das notwendig? Jawab si Pria mulai mengamuk ketika ia sadar baru saja ditampar oleh si wanita di depan banyak orang.

Merasa argumen tadi semakin memanas dan berpotensi mengganggu. Indri akhirnya memutuskan untuk berpindah posisi. Dia berjalan semakin ke belakang mendekati dinding batu kapur yang menjulang tinggi.

Saat ia berjalan menjauh, terdengar perdebatan mereka berdua semakin panas dan kencang. Indri terus berjalan sampai suara mereka semakin sayup terdengar dan tertutup oleh dentuman musik. Ia sudah sampai di dinding batu kapur tersebut. Indri lalu menghela nafasnya dan memutuskan untuk berusaha melupakan apa yang terjadi.

Sayangnya dari posisi ini, Indri masih dapat melihat kedua orang tersebut berantem. Bahkan nampaknya sudah semakin parah hingga akhirnya beberapa orang di dekat mereka berusaha melerai.

Ngindarin si bule ya mba? Ucap suara lelaki tak jauh di sampingnya. Indri otomatis menoleh. Seorang lelaki yang cukup tinggi sedang bersender di dinding batu kapur. Matanya bergantian memandang ke dua orang asing yang sedang berantem dan ke Indri. Di tangan kanan nya, sebuah botol bir kecil tergenggam erat.

Kok tau? Tanya Indri. Darimana dia tau? Pikir Indri. Dia tersenyum.

Gue ga bermaksud kaya orang yang lagi stalking lho ya Jawab pria itu, Itu bule berdua barusan dari belakang sini.. Ngobrol ngobrol sambil nge bir gitu. Terus selesai ngebir mereka maju ke depan tuh, eh ga lama kemudian kejadian deh tuh berantem kan.. Nah disitu gue ngeliat si mba nya kaya ngerasa terganggu dan menjauh dari mereka jalan kesini.. Si pria itu menceritakan kenapa dia bisa tau Indri menghindari mereka.

Mendengar itu, Indri mengangguk puas. Oh gitu.. Jadi emang udah dari tadi mereka berantem toh? Kata Indri.

Padahal tadi pas disini mah mereka baik baik aja tuh, bisa tiba tiba berantem gitu ya Jawab si pria kemudian menenggak bir nya. Indri tersenyum mendengarnya.

Tau darimana mas, mereka baik baik aja? Mas nya ngerti bahasa mereka?

Ya engga gitu.. Cuman kan maksudnya tadi mereka disini ga keliatan kaya lagi berantem gitu.. Si cowonya malah minta api ke gue juga senyum senyum aja Jawabnya sambil memberikan gesture korek api dengan jemarinya. Indri mengangguk mengerti maksud dia.

Emang nya mereka berantem kenapa mba? Tanya cowo itu kemudian. Indri sedikit kaget, dia kira obrolan dengan si cowo sudah selesai sampai disitu.

Emm, kurang tau juga ya mas.. Saya ga bisa bahasa Jerman soalnya. Jawab Indri. Si cowo itu tampak sedikit kecewa.

Kok gue kepo ya mereka berantem gara gara kenapa, hahaha.. Kata si cowo itu diakhiri dengan tawa. Indri ikut tersenyum. Dia juga dalam hatinya kepo juga. Seandainya dulu saat SMA dia mengikuti dengan baik Pelajaran Bahasa Jerman, mungkin dia bisa sedikit mengerti apa yang tadi pasangan itu ributkan.

Sama mas, saya juga kepo sebenernya tadi.. Mungkin karena si cowo ngelirik cewe lain kali.. Respon Indri. Kan cewe cewe disini pakaiannya pada kebuka semua tuh.. Mungkin si cewe kesel karena cowonya ngeliatin begituan terus..

Si cowo itu kembali tertawa mendengar jawaban Indri. Bisa bisa.. Katanya sambil menunjuk Indri. Eh tapi, ga semua cewe ah pakaiannya kebuka. Elo engga kan? Lanjutnya sambil memandang Indri dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.

Diliatin cowo yang ia ga kenal kaya gitu, Indri merasa sedikit salah tingkah. Apalagi tampang cowo ini ga bisa dibilang ga menarik. Gaya nya yang kekinian banget mulai dari rambutnya yang memakai pomade hingga gaya berpakaian kemeja pantai dan celana pendek dan sneaker yangadalah gaya default cowo cowo yang datang ke acara seperti ini, membuat Indri terlihat seperti anak polos yang ga ngerti acara kaya gini sama sekali. Dan memang iya, tapi tetap saja Indri jadi salah tingkah.

Eh, sorry nih kalo kedengerannya aneh.. Ucap si cowo tiba tiba. Gue mau beli bir lagi nih, sekalian nyari cemilan.. Mau ikut ga? Daripada di belakang sini ga ngapa ngapain dan cuman ngepoin bule berantem kan.. Kata dia mengajak Indri.

Errmm.. Indri tampak ragu, kenapa tiba tiba ini orang ngajak dia? Gue emang pengen nyari cemilan juga sih.. Jawab Indri masih ragu.

Mendengar jawaban Indri, si cowo langsung antusias dan menghampirinya. Nah pas deh.. Gue tadi liat ada tempat makan yang cukup oke tuh.. Pake VW Combi gtu mereka jualannya. Tadi gue liat menu nya ada makanan juga tuh

Indri langsung tertarik begitu denger si cowo nyebut tempat itu lagi. Kebetulan banget pikirnya.

Ih gue tadi kepikiran mau kesitu juga lho! Ucap Indri.

Oh ya? Pas lah kalo gitu Kata si cowo kemudian mengajak Indri berjalan.

Sepanjang umurnya dia ga pernah mau jalan sama cowo yang belom pernah ia kenal. Baru malam ini lah dia memberanikan diri untuk melakukan itu.

Dia menatap ke arah dimana teman temannya berada. Tentunya dia ga bisa ngeliat secara pasti dimana mereka. Tapi dia tau, mereka ga nyariin Indri. Mereka lagi tenggelam menikmati acara DWPX, sebuah acara yang tidak bisa dia nikmati. Jadi mungkin lebih baik dia mencari cara sendiri untuk menikmati malam ini.

Indri lalu berjalan mengikuti si cowo yang entah siapa namanya itu. Dengan sigap dirinya meliuk liuk diantara banyaknya pengunjung yang mondar mandir. Lampu neon dari stand yang ada di sekitar mereka membentuk warna warni yang menyala terang menerangi jalan mereka. Hingar bingar mulai redup terdengar ketika mereka mulai meninggalkan area stand tersebut hingga akhirnya mereka berdua tiba di tempat yang dimaksud.

Terletak memojok di ujung salah satu Dinding Batu Kapur itu,VW Combi ini terparkir rapih menyapa mereka yang rela berjalan sedikit jauh dari keramaian. Tampak seorang waiter pria sedang berbincang dengan seorang juru masak wanita yang berada di dalam mobil itu. Di depan mobilnya, terdapat beberapa meja dan bangku plastik yang sudah disusun rapih. Hanya ada beberapa orang yang sedang duduk disitu sambil menyantap makanan dan berbincang.

Halo ka, selamat datang. Ucap si waiter menyapa mereka berdua dengan logat khas Bali ketika melihat mereka berdua mendekat dan mempersilahkan mereka berdua duduk bersebelahan dan langsung menyodorkan menu. Indri

Bir nya satu sama French Fries ya, bli. Kata ini cowo dengan cepat saat dia duduk dan tidak lagi melihat menu. Si waiter dengan sigap mengangguk dan langsung melihat ke Indri.

Errmm.. Cheeseburger nya udah sama French Fries, Bli? Tanya Indri. Perutnya langsung terasa lapar saat melihat foto Cheeseburger di menu itu. Si waiter mengangguk. Indri lalu dengan yakin memesan menu itu ditambah minuman soda. Si waiter mengkonfirmasi dan mengulang pesanan kita berdua lalu menuju ke dalam mobil.

Indri menatap si cowo dan untuk sesaat mereka merasa canggung harus ngomong apa. Dengan adanya penerangan yang cukup, Indri akhirnya bisa melihat jelas tampang cowo ini. Dan harus diakui, ganteng juga. Kaya Reza Rahadian tapi ga seganteng itu. Mungkin karena gayanya yang brewokan jadi sepintas mirip dengan Reza Rahadian.

Eh namanya siapa ya, sorry belom kenalan. Kata si cowo sembari menyodorkan tangannya.

Oh iya, Indri. Jawab Indri memberitahukan namanya dan menyambut tangan si cowo.

Daud. Kata si cowo menjabat tangan Indri.

Udah berapa Goliat yang lo kalahin nih, ud? Canda Indri. Daud terkekeh sedikit mendengar candaan Indri.

Sorry sorry Respon Indri, Pasti banyak ya yang ngecengin lo kaya gitu?

Daud menggelengkan kepalanya sambil tetap terkekeh. Kebalikannya justru.. Ucapnya, Udah lama banget ga denger ada yang becandain nama gue kaya gitu, terakhir pas dulu sekolah minggu kali..

Oh ya? Jangan bilang pas Kakak sekolah minggu nya nyeritain Daud ngalahin Goliat si Raksasa nya bangsa Filistin? Canda Indri lagi.

Daud justru tertawa, Hahaha, iya kayanya pas lagi cerita itu!

Dan pecahlah tawa mereka berdua.

Tawa tersebut lumayan mencairkan suasana canggung. Indri juga merasa lega begitu tau cowo asing ini ternyata lumayan asik orang nya. Udah tampangnya lumayan, selera humor nya juga ada.

Ya makanya gue kesini, ndri.. Ucap Daud. Indri menunggu lanjutan kalimat Daud. Ada Goliat yang mau gue kalahin! Tuh! Kata Daud sembari menunjuk Patung GWK yang terlihat menyembul dari balik dinding batu kapur.

Spontan Indri kembali tertawa. Masih lho dilanjutin ternyata, hahaha Kata Indri disela tawa nya.

Terus lo ke DWP nungguin siapa nih, ndri? Tanya Daud setelah tawa mereka reda.

Mendengar pertanyaan itu Indri langsung ragu mau jawab apa. Haruskah ia jujur dan bilang dia sebenernya ga suka dunia begini? Atau bohong aja dan bilang nama artis yang ia tahu?

Mmm.. Afrojack sih.. Jawab Indri memutuskan untuk berbohong. Nama Afrojack yang paling dia ingat saat melihat 3-days pass miliknya. Kayanya terlalu dini aja untuk ngomong yang sebenernya. Kenal Setengah jam aja belom masa udah mau jujur jujuran aja.

Kalo elo siapa? Tanya Indri sok asik. Daud tampak antusias.

Afrojack sebenernya gue tunggu tunggu juga sih, tapi kayanya buat hari ini gue mau liat AVB doongg Jawab Daud. Indri sama sekali ga tau apa yang Daud bilang. Siapa itu AVB, apa lagu nya.. Indri hanya memasang senyuman aja berharap dirinya terlihat mengerti.

Kalo Afrojack lo paling nunggu lagunya yang mana nih? Gantian Daud bertanya.

Nah lho. Pikir Indri kebingungan. Otaknya berpikir sesaat untuk mengingat lagu yang ia tahu dimainkan oleh Afrojack, tapi pikirannya buntu, ia ga bisa mengingat apapun. Indri akhirnya menghembuskan nafas. Sambil menahan malu dia akhirnya berkata.

Oke oke, gue mau jujur.. Kata Indri perlahan, Otaknya masih sempat berpikir kembali untuk sesaat, siapa tau dia teringat sesuatu, but no, tetap buntu.Daud terlihat penasaran akan apa yang Indri akan katakan.

Gue sebenernya ga suka sama acara beginian.. Kata Indri jujur. Matanya langsung terpejam, tidak berani menatap Daud untuk beberapa saat saking malu nya. Saat matanya kembali terbuka, Daud tampak tertawa kecil. Indri mencoba tersenyum untuk menutupi malu nya.

Lha terus ngapain mbak nya buang buang duit ke Bali dan dateng ke DWP? Kata Daud sok berlogat jawa.

Indri mengangkat kedua bahu nya. Ia masih merasa malu karena ketahuan bohong. Tapi ia coba tahan. Mencari kebahagiaan mungkin ya? Hahaha Jawab Indri sedikit asal karena dia belum mau cerita apa alasan sesungguhnya dia kesini.

Ya salah banget lo kalo mau nyari kebahagiaan disini, ndri.. Respon Daud sambil tersenyum.

Lho ko salah? Tanya Indri heran. Bukannya ini tempat buat nyari kebahagiaan? Lanjutnya sambil membuat tanda kutip saat menyebut kata kebahagiaan.

Sebelum Daud sempat menjawab, si waiter muncul membawakan pesanan minuman mereka berdua. Daud segera menenggak bir nya sebelum menjawab.

Nope.. Disini itu adalah tempat yang tepat, buat ngelupain masalah! Jawab Daud.

Ya sama aja keles, beda istilah aja itu mah Jawab Indri mencibir diselingi tawa dari Daud.

Tapi coba lo pikir deh, Kebahagiaan apa coba yang ada di tempat kaya gini? Orang cuman jingkrak jingkrak dengerin musik, teriak sampe suara abis,ngedance sampe badan berasa remuk.. Kebahagiaan macam apa yang mau dicari di tempat kaya gini? Tanya Daud mencoba berargumen.

Ya.. Ga tau.. Kan elo pakar nya nih.. Gue kan pendatang baru disini.. Respon Indri.

Nah maka dari itu gue bilang ke elo sebagai Kepala Desa disini.. Kata Daud mengikuti istilah Indri dan tersenyum tipis. Indri juga tersenyum melihat Daud dengan cepat mengikuti Istilah Indri.

Disini tuh ga ada kebahagiaan yang bisa dicari.. Yang ada ngelupain masalah aja. Kalo lagi ada masalah di luar, dateng ke tempat kaya gini aja.. luapin semua emosi disini, have fun, minum sebanyak banyak nya, sampe akhirnya kita lupa punya masalah. Masalahnya ilang? Ya engga.. Tapi inget ga punya masalah? Tentu saja tidak! Lanjut Daud diselesaikan dengan menenggak bir. Indri sok sok menepuk tangannya atas monolog Daud.

Terimakasih atas penjelasannya, Bapak Kades. Luar biasa lho pidatonya. Jawab Indri sedikit meledek.

Hahaha.. Sialan.. Kata Daud terkekeh dan menaruh botol bir nya di meja.

Terus terus, kalo gitu elo lagi ngelupain masalah apa sampe bisa dateng kesini? Tanya Indri. Mata Daud terbelalak kaget.

Waahh.. Ko jadi gue yang di interogasi duluan nih.. kan tadi elo duluan yang gue tanya.. Kata Daud dan tertawa.

Iya doong.. harus pinter pinter ngalihin topik! Kata Indri tersenyum bangga sambil mengaduk minuman soda nya.

Temen temen lo atau cowo lo ga nyariin emang nih kalo gue culik kaya gini? Tanya Daud. Indri langsung mengambil handphonenya dari tas kemudian menunjukkan layarnya ke Daud.

Elo liat ada missedcall atau whatsapp ga disini? Tanya Indri. Daud mencondongkan badannya mendekat layar yang hitam kosong itu dan menggelengkan kepalanya. See? Gada yang merasa kehilangan gue berarti.. Kata Indri melanjutkan. Dalam hati dia agak sedih juga kok temen temennya belum ada yang sadar dia menghilang dari mereka.

Bukan temen sejati berarti, hahaha Kata Daud kemudian tertawa.

Mereka ga sayang sama gue berarti ya? Indri ikut bercanda.

Ya mungkin.. Hahahaa.. Kata Daud kembali tertawa sebentar.

Mereka berdua lalu ga ngomong sesaat ketika tawa mereka mereda.

Give it up for AFROJACCCKKKK!!! Suara teriakan MC terdengar sesaat sebelum tertutup teriakan bergemuruh orang orang yang antusias mendengar Afrojack akan segera tampil.

AfroJack tuh.. Ga mau liat? Katanya nungguin.. Kata Daud menyindir. Indri hanya tersenyum aja.

Bukannya elo juga? Gih nonton gih.. Balas Indri.

Iya sih.. Tapi french fries gue belom dateng.. Sayang ah.. Jawab Daud enteng.

Indri ketawa sambil menggelengkan kepalanya. Ia memainkan sedotan dan botol sodanya yang masih berisi hampir penuh.

Ini cowo tertarik buat ngobrol sama gue atau gimana ya

Pikiran Indri berkecamuk. Dia bukan tipe cewe yang pede soal cowo. Tapi dia yakin banget si Daud ini paling tidak ngerasa cocok ngobrol sama dirinya. Indri pun juga merasa cocok sih sejauh ini ngobrol sama dia.

Kenapa DWP sih? Tanya Indri tiba tiba. Daud bingung dengan maksud Indri. Iya, kenapa namanya DWP? Kata Indri mengulang pertanyaan dia barusan.

Yaa.. Karena dulunya kan dibuat di Jakarta.. Jadilah Djakarta Warehouse Project.. Daud menjawab singkat.

Iya gue tau DWP itu Djakarta Warehous Project dan X nya itu maksudnya yang ke sepuluh.. Tapi kenapa masih DWP kalo sekarang diadainnya di Bali?

Oooohhh.. Itu maksudnya.. Daud ber- Hooh ria. Emm gue juga kurang tau sih.. Mungkin karena perayaan ke 10 tahun aja kali diadain di Bali.. tahun depan udah balik lagi ke Jakarta.. Jawab Daud.

Indri mengangkat kedua bahu nya.

Atau.. Mungkin mereka kapok ngadain di Jakarta.. Kata Daud.

Kapok? Kapok kenapa? Tanya Indri bingung.

Ya kan pas tahun lalu.. Kata Daud tanpa menyelesaikan kalimatnya.

Kenapa tahun lalu? Tanya Indri lagi.

Serius ga tau? Daud nanya balik. Indri menggeleng. Itu heboh banget lho di sosmed.. Lanjut Daud tetap ga memberi tahu kenapa.

Indri ngerasa gemes karena Daud cuman bikin dia penasaran aja. Apa sih apa? Ada apa emang tahun lalu? Tanya dia.

Daud menenggak bir nya sebelum bercerita. Indri menunggu tidak sabar.

Jadi nih, DWP kan berapa tahun selalu ngadain di JIEXPO Kemayoran.. Terus tiap tahun makin besar gitu dong acaranya.. Terus kan ya namanya acara kaya gini pasti ya ada yang jualan ini dong.. Kata Daud sambil menunjuk botol bir yang ia pegang. Indri mulai nangkep dengan apa yang Daud mau ceritakan. Nah pas tahun lalu, nih.. Ada yang keberatan sama DWP ini.. Biasalah ormas gitu..

Ormas itu ya?Tanya Indri paham. Daud mengangguk.

Iya siapa lagi kalau bukan mereka.. Dan itu seinget gue mereka sampe bikin demo gitu di depan JIExpo! Gilak sih mereka emang.. Hampir ribut gitu lah sama para pengunjung..

Jadi karena itu tahun ini pindah ke Bali? Tanya Indri.

Ya itu dia yang tadi gue bilang ke elo.. MUNGKIN Jawab Daud.

Gilak ya mereka.. Kenapa sih sampe hal hal kaya gitu aja diribetin.. Respon Indri. Kan itu hak orang orang dong ya mau minum bir apa engga..

Karena di agama mereka melarang alkohol kan, makanya protes.. Ucap Daud enteng.

Tapi kan di agama mereka aja.. di agama lain engga kan.. Dan negara kita kan bukan negara agama, tapi negara kesatuan.. Ya ga bisa dong kaya gitu.. Kata Indri kesal.

Daud tampak sedikit terperangah melihat Indri yang mendadak kesal. Weits, santai bu.. suarakan saja aspirasi ibu ke DPR, jangan disini.. Katanya mengejek. Indri tersipu malu. Ia juga bingung kenapa dia bisa tiba tiba kesal begitu. Terbawa suasana mungkin dia..

Waiter lalu datang membawakan makanan pesanan Indri, tapi sebelum ia sajikan ia bertanya dahulu, Maaf ka, saya lupa bilang, ini Cheeseburger nya menggunakan Pork, apakah tidak apa apa? Tanya si Waiter.

Indri dan Daud sedikit kaget ngedenger hal itu.

I-iya gpp kok, bli.. jawab Indri. Mendengar jawaban itu si Waiter tampak lega dan tersenyum sambil menyajikan sepiring Cheeseburger lengkap dengan French Fries disampingnya, kemudian dia menaruh sepiring French Fries pesanan Daud dan sepiring kecil berisikan saus sambal dan tomat, serta sendok garpu dan tissue makan. Selamat menikmati.. Ucapnya menyunggingkan senyum dan berlalu setelah Indri dan Daud merespon terimakasih.

Mata Indri langsung bertemu dengan mata Daud ketika si waiter itu berlalu. Indri yakin Daud memikirkan hal yang sedang dia pikirkan.

Serius itu daging babi? Kata Daud. Tuh kan, pikir Indri.

Iya gue juga kaget sih, terus langsung nyadar, oiya ya ini kan di Bali dan justru mereka jarang pake sapi karena Hindu.. Ujar Indri sembari menatap makanannya.

Kenapa gitu Hindu sama Sapi? Tanya Daud bingung.

Kan di Agama Hindu mereka kaya menyembah sapi gituu.. Jadi mereka ga makan daging sapi.. Jawab Indri sambil mengambil sebatang kentang goreng dari piringnya.

Oh ya? Baru tau gue.. Kirain mereka pemakan segala Kata Daud mengangguk. Jadi di India sapi membludak dong saking gada yang makan? Tanya Daud kemudian.

Ya adalah.. Kan di India yang Muslim juga banyak.. Cuman ya gitu deh.. Misalnya Sapi lepas di jalan gitu, ya lumpuh deh itu jalan karena ga ada orang yang berani minggirin itu sapi dari jalan.. Kata Indri sambil mengunyah kentang goreng.

Mata Daud terbelalak. Serius sampe segitunya? Tanya Daud.

Iya beneran! Gue sering tuh liat video nya, jadi jalanan di India macet gara gara ada Sapi yang lagi nyantai gitu di tengah jalan.. Kata Indri berusaha meyakinkan.

Gada yang klakson gitu? Tanya Daud.

Ga ada.. Mereka ga berani ngeganggu itu sapi.. Klakson pun ga berani.. Jadi ya mereka harus nunggu aja itu sapi nyingkir..

Daud menggelengkan kepalanya, Sampe segitunya ya ternyata.. Bener bener dihormati banget berarti.. Kata Daud. Enak juga jadi sapi di India kalo gitu.. Berasa jadi Dewa.. Canda Daud.

Indri tertawa mendengar ucapan Daud tadi. Ih ga dihormatin banget mas, anaknya? Sampe mau mau an jadi Sapi.. Balas Indri.

Sialan, tetep aja Dewa woiy! Daud membela diri.

Ya tetep aja sapi iih, gimana deh? Kata Indri menegaskan. Buat apa jadi dewa kalo ga punya pemikiran kaya manusia? Lanjut Indri. Dalam hati Indri bertanya, ini orang kenapa deh sampe begitu amat mikirnya.

Oke oke, bu.. Nyerah saya.. Kata Daud mengangkat kedua tangannya. Makan dulu deh.. Biar ga galak galak ucapnya sambil mengambil kentang goreng.

Hahaha.. Maaf maaf Respon Indri meminta maaf ala kadarnya. Dirinya mulai mengunyah burger. Enak. Jauh lebih enak dari burger yang disajikan restoran cepat saji. Apalagi ini menggunakan daging babi.

terus elo abis makan ini mau kemana? Ga mungkin kan balik lagi? Tanya Daud sambil menikmati kentang goreng yang ia cocol dengan saus sambal.

Indri yang sedang melahap Cheeseburger nya hanya bisa mengangkat kedua bahu saja.

Cobain ke stage lain aja gimana? Tanya Daud. Indri ga langsung menjawab. Ia menyelesaikan kunyahannya terlebih dahulu. Daud dengan sabar menunggu sambil menikmati kentang gorengnya.

Stage lain? Tanya Indri ketika mulutnya sudah kosong. Daud mengangguk lalu merogoh sesuatu dari kantung celananya.

Jadi kan ada tiga stage nih disini.. Ujarnya sambil membuka selembaran yang ia bawa ke sisa ruang meja makan mereka. Indri menyingkirkan sedikit piring makanan dan gelas nya agar tidak tersenggol. Tak lama kemudian, sebuah denah terhampar di meja mereka, lengkap dengan keterangan tempat yang tertulis dengan berbagai font menarik.

Selain Garuda Land, ada Neon Jungle sama Cosmic Land juga nih.. Kata Daud sambil menunjuk dua titik yang dia maksud tadi. Indri mengangguk sambil melihat denah itu. Namun dalam hatinya ia berpikir, apa maksud Daud memberitahu dia semua ini? Dia mau nemenin dirinya meng-eksplorasi area DWP ini? Atau hanya memberitahu saja tanpa ada maksud lain?

Hmm.. Okay.. Thank you info nya.. Nanti gue coba keliling deh.. Elo abis ini ngapain? Tanya Indri. Sengaja Indri bertanya seperti itu. Dia ingin memancing Daud. Mencari tahu apa yang dia mau.

Daud menahan nafas nya mendengar jawaban Indri. Dia terlihat gugup. Indri menatapnya bingung.

Oke, sekarang gue yang jujur deh, gantian.. Kata Daud sambil menghembuskan nafas.

Detak jantung Indri berdegup lebih kencang dari biasanya. Tak sabar ia menanti apa yang Daud akan katakan kepadanya.

Gue ngerasa kita kaya.. Nge Klik gitu lho.. Ngerti ga lo maksud gue? Tanya Daud, senyum Indri sedikit mengembang kemudian dirinya mengangguk. Dan gue ngerasa kaya enak aja ngobrol sama lo dari tadi.. jarang jarang kayanya bisa ngobrol kaya gini sama cewe.. Makanya, gue mau ngajak elo aja jalan jalan gitu ngeliat ini tempat.. Mau ga?  filmbokepjepang.com Tanya Daud. Dia terlihat gugup, tapi berhasil mengatasi kegugupannya dengan baik. Indri ngerasa seneng. Dia juga ngerasa hal yang sama dengan Daud dan penasaran juga pengen ngeliat gimana kelanjutan malam ini sama dia.

Indri mengangguk, Iya mau.. Jadi guide gue ya, Abang Dugem.. Jawab Indri sambil bercanda. Daud terlihat lega.

Siaapp! Katanya sambil memberi hormat. Lagian gue sebagai Veteran Dugem ngerasa ini adalah kesempatan buat ngenalin elo indahnya Dunia Gemerlap Kata Daud merespon candaan Indri lalu tertawa.

Indri teringat oleh apa yang Sari bilang tadi,

Its gonna be a wild night!

Satu hal yang harus gue akui.. Ucap Indri sambil merapihkan rambutnya, Dekorasi sama Ornamen disini keren banget sih.. Bener bener kerasa kaya Festival yang skala nya udah Internasional! Lanjut Indri kemudian menunjuk sebuah Stand sponsor perusahaan rokok.

Setelah makan malam di VW Combi tadi, Indri dan Daud akhirnya berjalan jalan mengitari area DWPX. Hampir setiap sudutnya dipenuhi dengan dekorasi untuk spot spot berfoto ria yang amat Instagramable. Indri yang sedari awal sudah mengagumi semua desain dekorasi di DWPX, akhirnya membuka suara dan memuji saat mereka berjalan di depan Booth Rokok.

Dengan stand yang luas untuk para SPG nya menjajakan produk rokok, desain booth nya pun dibuat megah. Lampu neon disusun secara vertikal hingga menyerupai Piramida dengan warna merah dan putih khas warna produk rokok tersebut menyala terang benderang dan menerangi jalanan di depan mereka. Tidak sedikit orang yang mampir sebentar untuk sekedar berfoto di booth itu.

Dari tadi gue perhatiin elo selalu ngeliatin hiasan hiasan yang ada disini tapi elo diem aja.. Gue kirain kenapa..Ternyata elo merhatiin banget yaa? Tanya Daud sambil berjalan di samping Indri.

Indri tersipu malu. Iya.. Dari pas gue dateng kesini, gue langsung amaze gitu sama desain booth yang ada disini, udah gitu spot – spot foto nya keren keren banget dan kreatif! Suka banget ngeliatnya! Jawab Indri ga bisa menyembunyikan kekagumannya. Apalagi pas tadi liat Garuda Land nya.. Itu yang paling keren sih

Elo anak Desain Interior ya? Tanya Daud. Indri langsung menggeleng.

Gue anak mais.. Jawab Indri sambil menghindari seseorang yang hampir menabraknya.

Mais? Tanya Daud, tangannya reflek ingin memegang Indri namun tidak jadi karena Indri berhasil menghindar.

Indri mengangguk.

Apa itu mais? Tanya Daud lagi. Indri memaklumi, belum banyak orang Indonesia yang familiar dengan jurusan kuliah yang ia ambil.

Mais itu dari singkatan.. Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibition. MICE! Indri menerangkan secara singkat.

Oohh MICE.. Gue kirain mais; em, a, i, es.. Jadi itu dari singkatan toh.. Kata Daud setelah tahu, Itu maksudnya kaya Pameran gitu? Tanya Daud kemudian.

Iya betul! Jawab Indri girang karena Daud langsung konek. Jadi Industri MICE ini lagi berkembang pesat banget di Indonesia.. Ga di Indo aja sih, tapi di Negara berkembang gitu..

Jadi DWP atau kaya PRJ tuh masuknya di bidang MICE gitu yaa? Tanya Daud lagi. Indri mengangguk.

Tapi acara kaya gini tuh kan langsung ke Konsumen ya.. Maksudnya jadi ada EO yang punya konsep festival musik, terus dibikin acara yang tiket nya dijual langsung ke Masyarakat.. Nah kalo yang gue pelajarin tuh lebih ke B2B.. Indri mencoba menjelaskan. Daud tampak ingin bertanya tapi Indri sudah tahu apa yang akan Daud tanyakan.

B2B itu Business to Business, jadi kaya misalnya ada sekumpulan nelayan, mereka mau masarin produk mereka, nah kan harus di pamerkan tuh produknya, ntar yang dateng para pengusaha sarden, pengolah minyak ikan, pedagang kapal, pengusaha peralatan memancing.. Jadi konsumen nya ya pengusaha juga.. Jelas Indri panjang lebar. Daud tampak terpana oleh penjelasan Indri. Tidak henti hentinya ia menganggukkan kepala.

Aselik, keren banget sih kuliah lo.. Formal tapi keren! Respon Daud. Indri sumringah. Dia tidak merasa menyesal ketika dulu ia memilih mata kuliah ini. Kuliah gue sih boring abis.. Lanjut Daud.

Indri melihat Daud, matanya memandangi pria tinggi disampingnya itu seolah bertanya Jurusan apa emang?

Akuntansi.. Ucap Daud. Boring ga sih kalo dibandingin sama jurusan kuliah lo? Tanya Daud kemudian. Indri ga bisa menjawab. Karena menurut dia memang membosankan mendengar jurusan kulaih Akuntansi. Membayangkan harus bertemu angka dan hitung hitungan tiap hari membuatnya pusing sendiri.

Kalo elo enjoy sih ngapain peduli kata orang? Jawab Indri bijak.

Engga, ga enjoy gue hahaha respon Daud cepat. Tiba tiba ia berhenti ketawa seolah mendapatkan suatu ilham. Mungkin karena ga enjoy itu gue sampe akhirnya mengalihkan ke Dugem! Ucapnya kemudian.

Ih drama banget alesan nya.. Cibir Indri disusul tawa Daud.

Eh ada Beer Pong! Ucap Daud tiba tiba. Indri menoleh ke Daud kemudian menoleh ke arah yang Daud pandang.

Dari sekian banyak jejeran stand, ada satu stand yang cukup besar dan dipenuhi orang orang di depannya. Di dalam stand itu terdapat sebuah meja ping pong dan beberapa gelas plastik.

Beer Pong? Tanya Indri.

Iya, pernah main? Tanya Daud. Indri langsung memandang Daud supaya dia sadar akan apa yang dia tanyakan. Mana pernah dirinya main permainan ini.. Daud awalnya kebingungan dengan maksud pandangan Indri namun dengan cepat dia langsung tanggap.

Kalo gitu mau nyoba main ga? Tanya Daud. Indri tampak ragu menjawab.Namun Daud dengan cepat meraih tangannya dan menariknya menuju ke tempat itu. Indri ga punya waktu untuk bereaksi, dia hanya bisa ngikutin aja apa yang Daud mau. Dibawanya Indri merangsek masuk dari deretan penonton yang sedang melihat permainan itu dan Daud lalu melepaskan genggaman tangannya dan segera bertanya kepada mas mas yang jaga stand bagaimana caranya agar bisa ikutan main.

Indri yang cuma bisa pasrah akhirnya memutuskan untuk memperhatikan cara main nya supaya paling tidak siap saat nanti main dan ga bikin malu.

Dua orang yang sedang main di depan nya terlihat saling bergantian melempar bola ping pong ke arah lawan. Bola itu diarahkan ke gelas plastik yang ada di kedua sisi meja. Nampaknya bila bola yang dilempar masuk ke dalam gelas, maka lawan harus meminum isi gelas itu.

Seru juga, pikir Indri.

Simple ko permainan nya.. Kata Daud. Indri mengangguk.

Iya gue udah ngerti sih kayanya.. jawab Indri. Matanya tidak lepas dari meja ping pong itu. Terus menang nya kalo kita yang pertama ngabisin gelas lawan ya? Tanya Indri mengkonfirmasi aturan permainan nya kepada Daud.

Iya betul! Dan kalo berhasil masukkin ke gelas yang warna nya beda, otomatis menang..Kata Daud menambahkan lagi aturan yang Indri tidak tahu sambil menunjuk sebuah gelas yang berwarna biru.

Kita beneran mau main ini? Tanya Indri kemudian.

Yoi! Abis ini nih, tadi gue udah bilang ke mas nya. Jawab Daud.

Serius secepet itu? Gue lawan elo nih? Tanya Indri sedikit panik.

Ga lah.. Kita ntar pasangan ngelawan pasangan lain gitu.. Kata Daud santai.

Tak lama kemudian, penonton berteriak gemuruh. Indri langsung menoleh dan melihat permainantelah berakhir. Sang juara dan yang kalah saling bersalaman dan diberikan hadiah entah apa.

Ayo.. Kata Daud mengajak Indri naik ke atas stand. Indri menarik nafas panjang lalu mengikuti Daud.

Oke sekarang kita mau adain permainan pasangan, ada yang mau ikutan? Udah ada nih satu pasangan di samping gue yang udah siap.. Seorang MC mngajak Daud dan Indri berdiri di tengah stand di belakang meja ping pong sambil menunggu pasangan lain. Tak lama kemudian sepasang orang asing muncul ke stand.

Where do you come from? Tanya si MC.

Australia, mate! Jawab pria dari pasangan itu.

Tepuk tangan dong buat Aussie! Kata MC mencoba memeriahkan suasana.

Udah siap? Tanya Daud kepada Indri. Merasa tegang, Indri menggeleng. Daud tertawa dan memegang pundaknya.

Tenang, jalanin aja.. Kita yang penting have fun aja.. Kata Daud mencoba menghibur Indri.

Seorang kru kemudian muncul dan membawa sebotol bir besar dan dituangkan ke dalam tiap gelas bir lalu gelas berwarna biru diisi oleh minuman Martell. Kru kemudian mempersilahkan Daud dan Indri menyusun gelas nya dan beralih ke pasangan bule. Mereka lalu menyusun gelas plastik mereka menjadi sebuah segitiga dengan urutan 4 3 2 1 , gelas biru nya mereka taruh di paling belakang di bagian empat gelas agar tidak terlihat lawan.

Kru tersebut kemudian menaruh segelas lagi yang berisikan air putih untuk mencuci bola yang dilempar. Setiap bola harus dibersihkan dahulu sebelum dilempar.

Lalu si MC mempersilahkanDaud dan si cowo bule dipersilahkan coin toss untuk menentukan siapa yang mulai melempar duluan. Daud menjadi pemenangnya.

Indonesia, are you ready? Tanya si MC kepada mereka berdua. Daud dan Indri mengangguk. Aussie, are you ready? kedua bule mengangguk.

Lets play Beer Pong!! Ucap si MC dengan heboh diikuti tepukan tangan penonton.

Daud menatap susunan gelas lawan. Mencoba mencari tahu dimana gelas biru berada. Taktik mereka adalah menang dengan cepat. Namun sayangnya masih belum terlihat gelas itu ada dimana.

Entah kenapa nafas Indri tertahan saat Daud melempar bola ping pong nya ke gelas musuh. Tegang bila tidak masuk.

Lemparan Daud agak lemah sehingga sempat memantul ke meja, bola memantul dua kali hingga akhirnya masuk di gelas paling depan.

Daud dan Indri bersorak girang, MC berteriak, dan penonton langsung heboh. Si bule menganggukkan kepala dan mengambil gelas yang terisi bola dan diminum. Penonton kembali bersorak kegirangan.

Sekarang giliran si bule. Ia bersihkan bola ping pong ke dalam gelas air putih dan bersiap melempar.

Lemparannya begitu bertenaga dan akurat. Bola langsung masuk ke bagian tengah kumpulan gelas.

Kembali penonton bersorak. MC pun berdecak kagum melihat lemparan si bule.

Pro nih mas kayanya mas! Hes a pro a this games! Teriak si MC kepada penonton saat Daud meminum gelas yang kemasukan. Dia lalu mencuci bola ke gelas air dan diberikan kepada Indri.

Rasa tegang langsung meliputi Indri. Ia merasa semua mata langsung memandangnya.Indri membulatkan tekad nya dan melempar bola tersebut. Namun sayang, lemparannya meleset dan tidak masuk ke satu gelaspun.

Hati Indri sedikit hancur. Ia menutup kedua matanya karena malu.

Gpp, ndri.. Tenang ajaa.. Hibur Daud sedikit berbisik di telinga Indri kemudian menariknya mundur.

Gantian giliran cewe bule, dan dengan cepat si cewe bule melempar bola hingga kembali masuk ke gelas.

MC langsung berteriak, OOOohhh and shes a pro tooo!!! Ucapnya dibarengi sorakan penonton. Indri menerima hal itu dan mengambil gelas yang kemasukkan dan meminum bir yang ada di dalamnya.

Permainan itu terus berlangsung berulang kali, Daud juga beberapa kali meleset dan Indri sering banget meleset, sementara pasangan bule lebih sering masuk daripada meleset. Dari sepuluh lemparan pertama, gelas Indri dan Daud langsung tinggal tiga saja yang berada di bagian belakang. Terpampanglah gelas biru mereka sementara gelas si Bule masih ada enam gelas yang acak urutannya, namun gelas biru mereka juga sudah terlihat.

Sekarang giliran si bule cewe yang ngelempar bola. Indri dan Daud tampak tegang. Sebelumnya si bule cowo mencoba ngincer gelas biru namun ga dapet, jadi bisa dipastikan kali ini pun mereka ngincer gelas biru itu lagi.

Si bule melempar bola. Indri sedikit mengernyitkan matanya takut bola itumasuk.

Benar saja, bola itu menyentuh pinggiran gelas biru dan mental ke gelas sampingnya.

Aaaahhh that was closee! Kata si MC saat melihat bola hampir masuk. Daud mengelus dadanya dan mengajak Indri tos.

Ayo ndri, masukkin bola nya ke gelas biru mereka. Bisik Daud.

Pengennya juga gitu.. Tapi kan lo liat sendiri lemparan gue daritadi kaya gimana.. Kata Indri pesimis.

Nih gue ajarin.. Kata Daud kemudian mendekat di belakang Indri persis. Diraih nya tangan kanan Indri kemudian ia mendekatkan wajahnya ke telinga Indri.

Didekati wajah Daud, Indri langsung merasakan sesuatu. Ia mencoba melirik Daud yang ada di kanannya. Daud kini benar benar terlihat seperti orang yang ingin mencium dirinya. Otak Indri mengatakan untuk menghindar, namun entah kenapa dia tidak bergeming. Desah nafas Daud menerpa pipinya, darah Indri terasa berdesir.

Tangan lo harus bagus posisi nya, jangan letoy gini.. Ucap Daud menyadarkan Indri dari lamunan sesaatnya. Posisi tangannya dibenarkan oleh Daud hingga berbentuk menyiku 90 derajat.

Elo ambil ancang ancang dulu sebelum ngelempar, ini siku lo harus searah gitu sama arah lemparan lo.. Ucap Daud memberi petunjuk.Indri mendengarkan dengan seksama. Selain tangan lo yang gerak, pergelangan tangan lo juga harus main supaya bola nya ntar kelempar lurus.. Kata Daud lagi kemudian mencontohkan yang ia maksud.

Indri lalu mencoba gerakan yang Daud maksud.

Nah iya kaya gitu! Okeehh! Ucap Daud memberi kedua jempolnya.

Indri memicingkan matanya. Ia memfokuskan diri, kemudian menghela nafas sebelum mulai melempar. Ia ikuti semua yang Daud katakan dan memberanikan diri melepaskan bola.

Semua terasa bergerak dalam kecepatan lambat ketika bola terlepas dari tangan Indri. Ia bisa melihat arah bola itu membentuk parabol dan mengarah ke target yang Indri mau.

Semua mata memandang bola itu saat melayang dan mulai turun. Bola mata Indri membesar tatkala Bola itu mendekati target hingga akhirnya..

Plop.

Masuk dengan sempurna di Gelas Biru.

OOOOOOHHHHHH AMAZINGGG!!! Teriakan MC mengawali luapan kegembiraan Indri. Gemuruh penonton yang menyorakinya membuat adrenalin Indri naik tinggi melebihi atap stand ini. Indri langsung berputar badan mencari Daud yang juga berteriak senang. Sambil berjingkrak kegirangan Indri mengangkat kedua tangannya dan memeluk Daud.

GOKILLLL NDRIII KITA MENAANNGG!! Ucap Daud menyambut pelukan Indri dan mereka berpelukan untuk beberapa saat.

Aku ga nyangka sih lemparan kamu bakalan masuk tadii! Kata Daud melepaskan pelukan, namun tidak menjauh dari badan Indri. Wajahnya masih berada di dekat Indri.

Indri tersenyum sumringah saat menatap Daud. Aku juga ga nyangkaaa, ngikutin yang kamu bilang aja tadiii! Respon Indri.

Dan untuk sesaat mereka saling bertatapan mata.

Senyuman itu.. Bibir itu.. Pikir Indri.

Nafas Indri menggebu gebu. Entah kenapa bola mata Indri terus menatap mata dan bibir Daud secara bergantian.

Whats next? Pikir Indri dalam hati. A kiss?

Daud terlihat menghela nafas nya dan melepaskan pelukan. Indri langsung seperti tersadar dan kembali ke euforia kemenangan.

Pasangan bule itu terlihat menghampiri mereka dan mengucapkan selamat. Mereka lalu mengambil gelas yang tersisa dan meminumnya sampai habis dengan diiringi tepuk tangan penonton.

Gantian MC yang menghampiri mereka berdua sambil membawa bingkisan. Dua buah kaos bertuliskan sponsor.

Indri dan Daud turun dari stand dengan kegembiraan yang masih meluap. Namun mereka berdua ga saling ngomong. Indri menyadari apa yang barusan hampir terjadi dan itu membuat dirinya jadi ngerasa canggung.  filmbokepjepang.com Begitupun Daud yang hanya bisa tersenyum aja menatap Indri. Mereka lalu berjalan kaki cukup jauh dan menjauhi keramaian. Hingar bingar itu terdengar jauh di belakang. Indri ga protes. Bertemu dengan kesunyian seperti ini entah kenapa membuat dia tenang.

Indri, boleh nanya sesuatu ga? Tiba tiba Daud membuka suara dan menghentikan langkahnya. Degup jantung Indri kembali berdebar. Dirinya tahu, kalau cowo udah nanya seperti ini, biasanya..

Apa, ud? Ucap Indri pelan. Dia juga menghentikan langkahnya.

Daud tampak ragu untuk bertanya. Aahh.. Aku harusnya nanyain ini dari awal sih.. Ucapnya sambil menggelengkan kepala seperti menyesal kemudian melanjutkan kembali berjalan. Indri terdiam. Ia tidak tahu harus bereaksi apa dengan subjek Aku-Kamu ini. Tapi ia mengikuti langkah Daud.

Kamu nanti balik ke Jakarta, ga ada yang nungguin? Tanya Daud akhirnya.

Ah, topik ini akhirnya keluar juga.. Pikir Indri. Sekarang kah waktu yang tepat untuk jujur jujur an?

Hmm.. Gimana ya.. Indri mencoba menjawab.

Aduh.. awalnya gitu lagi.. Respon Daud setengah bercanda. Indri tersenyum.

Iya, aku ada yang nungguin.. Jawab Indri. Daud mengangguk mengerti. Aku pacaran sama dia udah 3 tahunan.. Dari pas awal awal kita kuliah.. Indri mulai bercerita. Reza namanya.. Kita satu kampus juga.. Dan dia sayang bangeeett sama aku, ud..

Okay.. Ucap Daud singkat.

Saking sayang nya, dia jadi posesif banget sama aku.. Ga bisa kalo kemana mana aku ga ngabarin dia.. Dan saat aku sekarang lagi skripsian, dia marah sama aku karena sebentar lagi aku bakalan selesai kuliah ninggalin dia.. Lanjut Indri sambil menghela nafasnya. Aku sampe keganggu skripsian karena dia.. Lama lama aku ga tahan.. Tiap hari ketemu dia ujung ujung nya selalu berantem.. Aku sayang sama dia.. Tapi ga kaya gini juga.. Jadi ya.. Aku minta putus sama dia, karena emosi aja sih.. Dia jelas marah dan ga mau putus.. Aku juga kaya nyesel gitu minta putus ke dia.. Dan sampe sekarang dia ga mau jawab deh tuh kalo kita putus apa engga.. Itu 3 bulan yang lalu..

Ouch.. Respon Daud.

Jadi buat ngejawab pertanyaan kamu.. Iya, aku ada yang nungguin.. Tapi aku ga mau dia nungguin aku. Tutup Indri.

Ribet juga ya.. Kaya FTV kisah nya.. Canda Daud.

Indri menyenggol dia. Enak aja FTV.. responnya. Ini kita mau kemana, btw? tanya Indri. Mereka tampak sudah menjauhi areal DWP, entah bagaimana caranya mereka keluar dari area itu.

Ke patung GWK.. Pernah ga?

Ke patung nya? Tanya Indri.

Iya.. Belom banyak yang tau kalo Patung nya itu bisa di akses langsung sekarang dengan jalan kaki.. Jadi kita bisa sampe di bawah patung nya banget.. keren sih.. Kata Daud menjelaskan.

Indri langsung tertarik mendengarnya. Serius? Ko kamu bisa tau? Tanya Indri.

Lumayan sering ke GWK.. Bokap salah tim perancang bangunan GWK.. Jawab Daud. Makanya aku cukup tau lah jalan jalan disini.. Apalagi gue juga asli Bali..

Oh ya? Ga keliatan kaya orang Bali.. Tanya Indri kaget. Daud tersenyum.

Bokap orang Makassar, nyokap orang Solo.. Mereka ngerantau kesini pas awal nikah.. Jelas Daud singkat.

Oh gitu..

Jalanan terlihat semakin menanjak. Kamu kuat nanjak kan? Tanya Daud. Indri mengangguk. Soalnya ini jalan nanjak terus sampe ke deket patung..

Iya kuat ko.. Jawab Indri dengan meyakinkan.

Hingar bingar suara DWP terdengar kecil disini. Mungkin mereka telah berjalan lebih dari satu kilometer jauhnya. Sebenarnya suasana disini agak menyeramkan. Semuanya tampak gelap kecuali lampu jalan yang menerangi jalan beraspal menanjak ini. Dedaunan dari pepohonan yang rimbun di kanan dan kiri membuat suara ketika angin malam berhembus. Suara binatang malam mulai jelas terdengar.

Sebenernya aku dateng kesini sama cewe aku, ndri.. Kata Daud memecah pikiran Indri. Dia menengok untuk melihat Indri, mungkin mencari tau bagaimana reaksi Indri.

Indri mencoba menyembunyikan rasa kecewa saat mendengar Daud sudah punya wanita.

Terus kok ga nemenin dia malah nemenin aku? tanya Indri berusaha santai. Daud lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone nya. Dia tunjukkan layar handphonenya. Tidak ada notifikasi.

Nyadar aku ga ada aja mungkin engga dia.. Kata Daud. Indri menangkap rasa sakit di kalimat itu.

Dia model dan selebgram gitu lah.. Cantik parah.. Dan suka banget dugem.. Makanya kita bisa kenal dan cocok..

Siapa emang, aku kenal ga?

Yaa.. Kalo kamu suka main IG sih mungkin tau dia siapa.. Jawab Daud sambil menyerahkan hape nya. Di layar hape itu terlihat halaman IG seorang selebgram yang sangat cantik. Indri langsung menyadari siapa wanita ini.

Oemji ini pacar kamu? Tanya Indri. Daud mengangguk.

Tapi yaa.. Ga enaknya punya pacar yang cantik dan terkenal itu ya kaya gini.. Suka kaya ga dianggep.. Apalagi temen dia cowo cowo juga ganteng ganteng dan keren semua.. Aku bukan tipe posesif kaya pacar kamu itu.. Tapi ya kalo di acara kaya gini pacar nya ngilang dan ga dicariin.. Siapa juga yang ga kesel.. Cerita Daud.

Jangan gitu.. Siapa tau dia lagi sibuk aja kali.. Jadi ga nyariin kamu.. Indri mencoba menghibur. Digenggam nya tangan Daud dan dielus. Dalam hatinya dia bingung, kenapa gue belain ini cewe?

Daud tersenyum pahit, Ya mungkin sih.. Tapi sekian lama digituin.. Lama lama males juga.. Buat apa pacaran kalo cuman makan ati.. Mendingan putus.. Kata Daud.

Indri ga menjawab. Tapi dia bisa relate banget apa yang Daud bilang. Itu juga yang ia rasain ke pacarnya.

Tapi iya.. Aku masih sayang sama dia.. Kata Daud.

Iya.. Kamu harus balik ke dia.. Kaya aku balik ke pacar aku.. Kata Indri.

Boleh besok ga? Malam ini ga usah.. Kata Daud setengah bercanda. Indri tersipu dan mengangguk setuju.

Dulu waktu aku masih kecil, masih SD gitu lah.. Bokap aku meninggal dunia.. Indri kaget mendengar Daud tiba tiba menceritakan sesuatu yang begitu pribadi.

Nah aku tuh yang sayang banget gitu sama bokap aku kan.. Jadi ya aku kaya ngerasa kehilangan banget gitu lah.. Sampe udah beberapa bulan gitu, aku kaya masih murung, sedih gitu. Ga percaya bokap aku meninggal sebegitu cepetnya.Terus buat ngehibur aku, kakak aku kaya ngajakin main air gitu pake selan di halaman rumah aku. Dia bilang Mau liat pelangi ga? terus dia kaya nutup sebagian air dari selang nya pake jari gitu, terus dia angkat itu selang ke atas sampe air yang keluar tuh kaya melengkung gitu kan.. Nah percikan air yang kena sinar matahari nya langsung ngebentuk pelangi gitu.. Asli aku yang kagum banget gitu ngeliat tiba tiba ada pelangi di depan aku..

Indri mendengarkan dengan seksama cerita dari Daud. So sweet banget sih kaka kamu.. Kata Indri menyela sedikit.

Nah terus dia ngasih selang nya ke aku kan biar aku bisa ngebuat sendiri itu pelangi. Aku coba sekali ga berhasil. Dua kali ga berhasil. Terus kakak aku nyoba bantuin lagi, dan akhirnya pas ketiga kali, aku berhasil tuh ngebikin Pelangi.

Indri tersenyum sendiri mendengarkan cerita Daud yang amat manis ini.

Tapi bukan pelangi nya yang paling aku inget.. Tapi yang ada dibalik pelangi nya. Sumpah aku ga bohong, didalem pelangi itu aku ngeliat sosok bokap aku, lagi ngeliatin aku sambil senyum.. Itu lamaaaa banget dia muncul. Dan aku berusaha sebisa mungkin menahan laju air dan selang itu ga berubah posisi biar pelangi nya ga ilang, biar bokap aku ga ilang lagi. Bokap aku bilang Papa sayang Daud dan air mata aku langsung netes. Aku berusaha ngelap air mata aku dan tanpa sengaja ngerubah posisi selang dan akhirnya menghilang lah bokap aku

Mendadak Indri ngerasa ikut sedih dan terpukau denger cerita Daud.

Kakak aku langsung nanya kan, ko aku tiba tiba nangis? Aku bilang aku liat bokap tadi pas ada pelangi. Aku bilang kakamu tadi bokap ngomong dia sayang sama aku. Sambil nangis aku dibawa sama kakak aku masuk ke rumah dan diceritain ke nyokap aku. Dia keliatan terharu banget denger cerita aku dan bilang kakamu Orang yang kita sayang, pasti akan muncul setiap kali kita ngeliat pelangi. Dan itu pasti bokap aku juga pamit sama aku, buat naik ke sorga..

Daud menutup ceritanya diiringi keharuan dari Indri yang tidak dapat berkata kata apapun. Siapa yang menyangka cowo ini tiba tiba menceritakan sesuatu yang se so sweet itu?

Nah jadi bisa kamu pake deh tuh cara aku untuk ngetes temen temen kamu.. Pas mereka liat di pelangi dari selang air, mereka ngeliat muka kamu ga? Kakamu ngeliat ya berarti mereka semua sayang sama kamu tuh.. Kata Daud lagi dengan sedikit bercanda.

Aaahh So Sweet banget sih cerita kamu, sumpah.. Akhirnya Indri mampu berkata kata. Aku sampe terharu deh.. Katanya lagi sambil mengipas matanya dengan tangannya sendiri.

Hahaha.. Iya ya? so sweet banget ya? Aku ga bokis lho.. Itu salah satu kenangan yang paling memorable soalnya buat aku.. Ujar Daud tersenyum.

Kakamu aku sih kenangan yang paling memorable itu ya waktu aku pulang kampung.. Gantian Indri bercerita. Daud terlihat mendengarkan.

Waktu itu aku pergi ke rumahnya adenya oma aku kan.. Nah rumah dia yang di gunung gitu.. Bener bener di pedalaman desa, tapi ada aspal sih.. Bahkan rumah adenya oma aku tuh di pinggir jalan. Cuman ya gitu, itu jalan nya tanjakan dan meliuk liuk. Cerita Indri sambil menggambarkan bagaimana liukan jalannya dengan kedua tangannya.

Total juga ya kamu meragain nya Kata Daud sedikit mengejek. Indri tersipu malu. Baru sadar juga kenapa dia seheboh itu meragain nya.

Soalnya beneran se-meliuk itu jalan nya, mana samping jalan tuh langsung tebing terjal gitu.. Agak serem sih.. Jawab Indri mencoba membela diri.

Ini kampung kamu dimana btw? Tanya Daud.

Di Kawangkoan kakamu kamu tau.. Jawab Indri. Daud mengernyitkan matanya tanda tidak tahu. Adalah.. Kaya berapa jama gitu dari Manado.. Jelas Indri.

Daud langsung terlihat familiar begitu mendengar Kota Manado disebut. Orang Menado kamu? Tanya Daud.

Manado! Bukan Menado.. Kata Indri mengkoreksi sambil setengah bercanda.

Yaudah terus terus, ada apa di rumah nenek kamu yang di jalan meliuk liuk itu? Daud kembali ke cerita Indri sambil menirukan gaya Indri tadi saat bercerita. Kedua bola mata Indri berputar dan dia tersenyum simpul melihat ejekan Daud.

Iyaa.. Jadi kan aku kesana naik mobil om aku.. Indri kembali fokus bercerita. Nah di Manado, karena kanan kiri nya gunung, jadi rata rata tuh orang pada punya mobil nya kaya Kijang gitu.. Pokoknya Mobil sedan pasti ga l deh di Manado..

Oh biar kuat kakamu naik turun gunung ya? Seru Daud mengerti.

Iya betul! Respon Indri. Nah udah gitu mobil sodara aku tuh dulu Kijang jadul gitu tau ga kamu? Yang rem tangan nya masih di samping setir yang kaya tongkat ditarik gitu!

Daud mengangguk tau maksud Indri.

Nah.. Jadi kita waktu itu kesana sekalian makan siang gitu kan.. Selesai makan siang, bokap nyokap dan orang dewasa lainnya ngobrol ngobrol gitu deh.. Anak anak nya pada bosen dong, karena ya namanya anak kecil biasa di kota tiba tiba dateng ke kampung kan, siaran TV ga ada, mainan ga ada.. Bosen banget lah.. Aku sama beberapa sodara aku yang sebaya akhirnya milih keluar rumah nih.. Main main ga jelas gitu lah di halaman rumah sampe akhirnya bosen ga jelas gitu. Kita yang ngerengek ga jelas gitu ke orang tua. Nah terus kayanya om aku ngerti nih kakamu kita yang anak anak udah bosen. Sama om aku dibukain pintu deh tuh ke mobil dia sembari ngajak kakak ade nya pamit. Nah yaudah tuh, kita langsung beberapa ada yang masuk ke mobil. Terus biasa lah namanya anak kecil, kita ada aja bercanda ga jelas gitu pas di mobil, terus ya joget joget.. Namanya anak kecil kan. Dan entah gimana, salah satu dari kita ga sengaja nyenggol rem tangan itu mobil sampe turun..

Daud terbelalak. Anjir serius? Terus?

Iyaa! Kita ga ada yang nyadar kan, cuman kok tiba tiba ini mobil jalan ya? Dan karena ada jalan tanjakan gitu, ya ini mobil turun sendiri dong.. Dari pelan sampe akhirnya kenceng. Nah om aku ngeliat tuh mobil jalan sendiri. Langsung dia buru buru lari dan teriak teriak gitu! Terus dia berusaha ngejar mobilnya yang turun ke bawah..

Gilak sih.. Terus gimana? Kekejar sama om kamu? Tanya Daud.

Ga kekejar.. Aku kan lagi ngeliat ke belakang tuh pas kejadian, nah aku ngeliat tuh om aku pas lagi lari ngejar kita. Lama lama jarak dari om aku ke mobil makin jauh gitu. Nah kita ngeliat om aku sama orang tua kita di ujung halaman rumah pada teriak panik, ya anak kecil langsung pada nangis panik semua lah.. Terus kan jalannya kaya ga mulus gitu kan.. Jadi ada beberapa momen tuh pas kita lagi nangis, itu mobil keguncang hebat gitu.. Ih aku inget banget gimana paniknya kita pas itu mobil keguncang gitu.. Om aku udah ketinggalan jauh banget di belakang.. Mana di depan tuh aku ngeliat itu jalan ngebKamuk kiri gitu, jadi ini mobil bakalan nabrak tebing di depan kita nih.. Ih panik banget deh kakamu inget itu..

Daud menggelengkan kepala nya. Parah sih itu.. Ucapnya.

Nah om aku kaya udah pasrah ga bisa ngejar kan.. Dia teriak deh tuh rem tangan rem tangan sambil ngasih gesture narik rem tangan gitu. Terus aku keinget tuh sama posisi tongkat yang dibawah setir itu. Langsung deh aku tarik sekuat tenaga. Sampe bunyi kaya mau patah gitu tongkatnya, dan tu mobil kaya ngebKamuk kanan gitu sambil berhenti mendadak. Kita yang di dalem mobil tuh langsung kedorong gitu ke depan. Aku sampe kelempar dan kepentok dashboard.. Tapi ya akhirnya berhenti sih itu mobil. Dan ga lama kemudian om aku masuk ke mobil dan meluk anak nya. Terus akhirnya bokap nyokap juga masuk dan meluk aku, pokoknya heboh banget deh tuh abis itu. Kita yang anak anak pada nangis kejer semua karena kettan.

Fiuh.. Aku juga ikutan tegang anjir! Hahaha Kata Daud setelah aku selesai cerita. Trauma ga sih kamu itu? Tanya dia kemudian.

Nah itu dia, ud.. Indri langsung menjawab. Jadi aku sebenernya tau, itu rem tangan bisa turun gara gara kenapa..

Kenapa? Tanya Daud. Raut mukanya penasaran menunggu jawaban Indri.

Rem tangan nya bisa turun gara gara kesenggol aku pas joget joget di mobil! Indri akhirnya membuka.

Serius kamu? Anjir ngerasa bersalah banget dong ya?

Iyalah.. Tapi ga ada yang tau tuh.. Aku doang yang tau.. Pas ditanya om aku kok bisa turun rem tangan nya, sodara aku pada ga ada yang jawab.. Aku juga takut dimarahin kan, jadinya aku ga mau bilang kalo itu turun karena kesenggol aku. Jelas Indri. Dan yang pasti, setelah kejadian itu, aku udah trauma sama yang namanya joget.. Ga pernah lagi aku joget – joget semenjak kejadian itu..

Daud langsung mengerti, Aaaaaahhh.. Jadi karena ITU kamu ga suka acara kaya gini? Karena kamu trauma nge-dance pas kecil.. Kata Daud menyambungkan.

Kedua alis Indri naik dan turun meng-iya kan apa yang Daud bilang. Iya.. Entah kenapa kalo liat orang nge-dance tuh bawaan nya selalu keinget sama kejadian dulu.. Dan ya jadinya ga suka deh sama acara begini..

Ngerti aku sekarang.. Dan pas banget aku bawa kamu kesini kalo gitu.. Kata Daud. Nah kita sampe.. Ucap Daud kemudian berhenti dan menunjukkan pemandangan di depannya. Patung GWK yang jaraknya ga sampe 50 meter dari tempat kita berdiri. Indri sampai harus mendongakkan lehernya agar bisa melihat ujung patung itu. Dibawahnya terdapat gedung dan di sekitar gedung itu terdapat taman.

Wow.. Ucap Indri singkat. Matanya berkeliling memperhatikan suasana sekitar.

Sini.. Kata Daud menjulurkan tangannya mengajak Indri. Disambutnya tangan itu oleh Indri. Mereka lalu berjalan sampai posisi mereka berada di tengah letak patung.

Sayang bulan nya ga pas ada di tengah patung.. Gumam Daud sambil melihat ke bulan.

Kenapa emang? Tanya Indri. Daud lalu mengeluarkan hapenya dan menyalakan musik, lalu ditaruh di kantungnya. Indri tidak tahu musik siapa ini, tapi ini bukan musik dugem.

Mau ga kamu dansa sama aku? Tanya Daud sambil tersenyum. Indri terkejut bukan main. Tidak menyangka sama sekali akan ditanya seperti itu.

Ikutin aku aja.. Yuk.. Ucap Daud kemudian mulai bergoyang, Kepalanya bergoyang mengikuti irama musik. Indri tampak ragu, namun Daud ga peduli. Lupain aja yang nungguin kamu.. Tutup mata kamu, Lupain aja cowo posesif itu, dan biarin musik ini ngebuat badan kamu goyang.. Kata Daud.

Indri nurut. Ia pejamkan matanya dan mencoba mendengarkan musik yang terdengar.

Dan tak lama ia bisa merasakan badannya mulai bergerak. Kepalanya mulai bergoyang mengikuti ketukan lagu.

Senyum Indri mengembang saat reff lagunya muncul.

Dancing in the moonlight!

Everybody feeling warm and bright..

And its such a fine and natural sight,

Everybodys dancing in the moonlight..

Gerakan tubuh Indri semakin leluasa. Oh my goddd Dauuudd.. Kata Indri setengah berteriak. Ia membuka mata nya dan melihat Daud yang berada di dekatnya tersenyum sambil ikut bergoyang.

Kamu jago banget nge dance nya.. Jangan berhenti ya.. Ucapnya lembut. Indri mengangguk.

Sebuah kecupan mendarat di bibir Indri. Daud menarik bibirnya dengan cepat. Indri terdiam sesaat. Kemudian ia terngiang akan apa yang Sari katakan kepadanya tadi.

Its gonna be a wild night!

Indri tersenyum dan kali ini dia yang bergerak maju ke bibir Daud.

Mereka lalu saling berpagutan untuk beberapa lama. Desahan Indri dan Daud saling bergantian saat lidah mereka saling keluar masuk dari bibir mereka. Nafas mereka saling memburu menandakan insting liar manusia mereka mulai muncul. Sesekali mereka berhenti dan saling menatap dan tersenyum.

Rasa cinta telah membuat mereka mabuk kepayang dan kembali lanjut saling berpagutan.

Aku sayang kamu, Daud.. Ucap Indri kemudian.

Daud sedikit terkejut mendengar ucapan Indri. Aku juga sayang sama kamu, Indri!Ucapnya dan melanjutkan ciumannya. Kali ini bibir Daud beralih ke samping menuju pipi dan dicumbu nya dengan lembut pipi Indri.

Beruntung banget aku bisa ketemu kamu malam ini.. Bisik Daud di telinga Indri. Aku juga.. Aaahh.. Jawab Indri sambil mendesah ketika Daud menciumi leher Indri.

Tangannya lalu mulai bergerak memegang payudara Indri yang besar itu. Payudaranya bergoyang mengikuti remasan pelan Daud. Telapak tangannya tidak cukup besar untuk menggenggam seluruh payudara Indri.

Daud lalu mengajak Indri ke semak semak yang ada didekat situ.

Dengan cepat ia merebahkan ke Indri di rerumputan liar. Bunyi daun kering yang tertiban badan Indri tidak lagi dipedulikan. Aroma rumput yang sepertinya tiap hari delalu dipotong

Daud tanya Indri tiba tiba. Ini juga bagian dari indahnya Dunia Gemerlap yang kamu bilang di awal? Tanya Indri mengutip perkataan Daud saat di tempat makan tadi.

Daud tersenyum lalu membelai telinga Indri dengan lembut dan menggeleng. Alis mata Indri mengkerut bingung. Ini bagian dari indahnya jatuh cinta sama kamu.. Lanjut Daud kemudian membenamkan bibirnya ke bibir Indri.

Oh Goddd Pikir Indri.

Dengan cepat kedua pasang yang dimabuk asmara ini saling membantu membuka baju.

Mata Daud sedikit terperangah ketika Indri hanya tinggal mengenakan daleman saja.

Badan kamu bagus banget.. Puji Daud. Indri kemudian melepaskan pengait bra nya hingga payudara besar nya menggantung bebas. Kulitnya yang putih bersih membuat putting susunya yang berwarna coklat muda menjadi pemandangan yang sangat kontras. Angin malam yang dingin membuat mereka berdua sedikit menggigil ketika kulit badan mereka langsung tertepa.

Daud menelan ludah dan membuka celananya, begitupun Indri yang menanggalkan semua yang ia pakai. Dia sedikit melirik Penis Daud saat celana dalamnya sudah terlepas. Mukanya merona saat melihat batang keperkasaan itu begitu tegak berdiri.

Baju mereka kini menjadi alas untuk badan Indri yang berada di bawah. Daud dengan perlahan berbaring di badannya. Badan Daud begitu hangat membuat Indri merasa nyaman.  javcici.com Ia merasakan batang kemaluan Daud kini sedang menyapa di bibir kemaluannya. Mereka kembali berciuman sesaat sebelum akhirnya batang itu mulai masuk ke dalam vagina Indri.

Indri menahan nafasnya sejenak. Terakhir kali ia melakukan ini bersama mantannya setahun lebih yang lalu. Kini, ia melakukannya bersama orang yang berbeda, namun dengan perasaan yang sama.

Daud bergerak naik turun sambil mengerang kenikmatan. Begitupun Indri. Tak terasa ia turut bergoyang.

Payudaranya bergoyang cukup kencang ketika Daud semakin mempercepat tempo gerakannya. Sesekali Daud meremas dan memainkan putting susu Indri yang sudah mengeras dan sangat sensitif. Desahan Indri berpadu dengan erangan Daud.

Lelehan air mani Daud mengalir di tubuh indah Indri tak lama kemudian.

Mata mereka saling mengunci, sesekali Daud mencumbunya mesra.

Mereka sedang jatuh cinta. Meskipun mereka tahu, esok mereka akan kembali ke dunia nyata.

Beberapa Bulan Kemudian

Indri sedang membantu mamanya yang lagi ribet menyiapkan rumah nya karena mau mengadakan kebaktian untuk mengucap syukur atas hari jadi pernikahan dengan papa nya yang ke 25 tahun.

Sudah lebih dari 3 bulan sejak kejadian di DWPX. Indri masih suka tersenyum bila memikirkan malam itu.

Indri itu temen mama udah dateng tuh.. Coba kamu salamin dulu.. Ucap mamanya.

Si Mak Comblang gerutu Indri.

Betapa terkejutnya Indri ketika melihat Si Mak Comblang itu datang bersama anaknya, Daud.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

PutriBokep

Create Account



Log In Your Account